Senin, April 12, 2021
BerandaSulawesi TengahPuskesmas di Banggai Batasi Layanan Pasien, Cegah Penyebaran Covid 19

Puskesmas di Banggai Batasi Layanan Pasien, Cegah Penyebaran Covid 19

- Advertisement -spot_img

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi- Guna mencegah penyebaran covid 19, Puskesmas Simpong di Kabupaten Banggai batasi layanan kesehatan kepada pasien.

“Pembatasan layanan kesehatan kepada pasien di Puskesmas Simpong Banggai, dilakukan mengingat pandemi. Pasien bisa ke fasilitas kesehatan lainnya bila kondisi darurat,” ungkap Sekretaris Dinkes Banggai, Agus Budi Waluyo di Banggai, Selasa 29 Desember 2020.

Diketahui, pembatasan layanan kesehatan dilakukan menyusul sejumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Simpong terkonfirmasi positif Covid 19.

Beberapa Nakes Puskesmas Simpong terkonfirmasi dan sedang menjalani isolasi standar Prokes covid 19. Maka, pelayanan sementara waktu dibatasi.

Baca juga: Kampanye Lawan Covid-19, Polda Sulteng Bagikan 400 Ribu Masker

Pembatasan pelayanan itu, dimaksudkan untuk mencegah penularan covid 19 yang lebih besar.

Adapun pembatasan layanan ini, untuk Poli Umum dalam sehari hanya melayani 15 pasien.

Kemudian, SKBS (Surat Keterangan Berbadan Sehat) hanya lima orang, Poli Lansia 10 orang, Poli Anak 10 orang, KIA 10 orang dan Poli Gigi pasien darurat.

Terkait Pencegahan Pandemi Covid 19, Pemberlakuan Syarat Masuk Wilayah Mesti Memperlihatkan Rapid Tes

Mulai 6 Januari 2021 mendatang, Pemerintah Kota Palu beberapa waktu lalu menyetujui kembali penerapan penggunaan hasil rapid tes antibodi bagi pelaku perjalanan.

Pemberlakuan untuk warga yang berasal dari zona merah dan hitam di pos-pos perbatasan pintu masuk Kota Palu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Husaema mengatakan, sumber utama saat ini dalam penyebaran kasus covid-19 yakni pelaku perjalanan dan transmisi lokal.

“Jika pelaku perjalanan berasal dari zona merah dan hitam tidak dibatasi dengan rapid tes antibodi, begitupun sebaliknya dengan penyebaran melalui transmisi lokal. Maka, Kota Palu merupakan salah satu daerah dengan tingkat risiko penyebaran Covid 19 yang cukup tinggi,” jelasnya.

Sehingga, Pemerintah Kota Palu telah menyetujui untuk menerapkan kembali di pos-pos perbatasan pintu masuk. Dengan menggunakan hasil rapid tes anti bodi, bagi pelaku perjalanan yang hendak masuk ke dalam kota.

“Mulai berlaku tanggal 6 Januari mendatang, harus memperlihatkan hasil non reaktif rapid tes antibodi bagi pelaku perjalanan dari daerah zona merah dan hitam. Untuk mengetahui daerah zona merah dan hitam, bisa di lihat dari hasil updating Pos Data dan Informasi (Pusdatin) covid 19 provinsi,” tutupnya.

Baca juga: Masuk Parimo Wajib Perlihatkan Rapid Tes

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img