Puluhan TKA China Masuk Sulsel Saat PPKM Darurat

waktu baca 2 menit
Foto: TKA China masuk Sulsel.

Berita nasional, gemasulawesi– Puluhan tenaga kerja asing atau TKA China masuk Sulsel saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat.

TKA China masuk Sulsel tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sabtu 3 Juli 2021 malam.

“Iya sebanyak 20 orang, mereka kerja kontrak dengan PT. Smelter,” ungkap Stakeholder Relation Manager, Iwan Risdianto, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu 4 Juli 2021.

Puluhan orang TKA China masuk Sulsel ini selanjutnya akan melakukan perjalanan ke Kabupaten Bantaeng dengan mengendarai bus telah disediakan perusahaan smelter.

Sebelumnya, TKA China masuk Sulsel telah menjalani pemeriksaan swab PCR dan karantina di Jakarta. Sehingga mereka itu bisa dapat melanjutkan perjalanan ke Bantaeng.

Terpisah, pihak imigrasi Sulsel tidak mengetahui perihal kedatangan TKA China masuk Sulsel. Kepala Divisi Keimigrasian Wilayah Sulsel, Dodi Karnida menduga mereka tiba dengan menggunakan jalur penerbangan domestik.

Baca juga: Gubernur Minta Terapkan PPKM di 11 Zona Merah Sulawesi Tengah

“Saya belum dapat kabar. Karena di Bandara Sultan Hasanuddin saat ini tidak dibuka Internasional,” sebut Dodi.

Kendati demikian, Dodi meyakini 20 TKA China ini telah menjalani karantina di Jakarta, sesuai dengan peraturan presiden untuk diperkerjakan di proyek-proyek strategis nasional.

baca juga: DPR Minta Pemerintah Jamin Warga Selama PPKM Darurat Covid

Sebelumnya, pengamat penerbangan Alvien Lie mengkritik keputusan pemerintah yang masih membuka kedatangan warga asing dari luar negeri disaat PPKM Darurat.

Menurut Alvin, keputusan pemerintah dengan membuka akses perbatasan hanya membuat pembatasan domestik lewat PPKM Darurat justru sia-sia.

baca juga: BPS: 2020, Tiga Lapangan Usaha Penyumbang PDRB Parigi Moutong

“Mengapa sampai detik ini pemerintah tidak berani menutup gerbang penumpang internasional? Varian Covid-19 berasal dari negara lain. Kemudian meluas karena mobilitas domestik, percuma batasi mobilitas domestik jika gerbang internasional terus dibuka,” tuturnya.

Pembatasan mobilitas dari luar negeri kata dia, bukan hanya melalui penerbangan. Namun, semua akses perbatasan lain baik darat maupun laut.

Baca juga: Demo Tolak TKA di Kendari Sulawesi Tenggara Berakhir Ricuh

Alvin ingat saat pemerintah tetap membuka penerbangan dari luar negeri saat temuan covid 19 kali pertama ditemukan di China dan ramai di negara lain. Begitu pula saat kasus belakangan meledak di India.

Ia mengaku khawatir, model penanganan apapun oleh pemerintah justru akan sia-sia jika terus membuka akses penerbangan atau perbatasan internasional.(**)

Baca juga: New Normal Kota Palu, Pemberlakuan Pembatasan Perjalanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.