Puluhan Sekolah di Parigi Moutong Lambat Lapor BOS Tahap Satu

Puluhan Sekolah di Parigi Moutong Lambat Lapor BOS Tahap Satu
Foto: Illustrasi Dana BOS
Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Puluhan sekolah swasta di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, lambat laporkan pertanggungjawaban dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS tahap satu.

“Penyebabnya adalah proses penginputan pelaporan masih terkendala aplikasi baru Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS),” ungkap Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Aminudin, di ruang kerjanya, belum lama ini.

ARKAS merupakan sistem baru disediakan Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud). Untuk melakukan input rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) tim BOS sekolah.

“Jadi itu semua yang menjadi kendala pihak sekolah. Sehingga, lambat memasukan laporan mereka.” jelasnya.

Baca juga: Disdikbud Parimo Ancam Ganti Kepsek Lambat Lapor Dana Bos

Dengan adanya aplikasi baru, secara otomastis semua operator dari pihak sekolah masih melakukan penyesuaian pengimputan laporan BOS tahap satu.

Apalagi, tahun ini pihaknya tidak melakukan sosialisai mengenai hal itu, karena terkendala waktu dan anggaran.

Baca juga: Aplikasi Baru Hambat Pencairan Dana Bos 2021 Parigi Moutong

“Jadi saya pikir masih banyak sekolah yang kurang paham dengan penggunaan aplikasi ini. Jangankan sekolah, kami pun begitu. Sebenarnya, penginputan ini sudah selesai lantaran sistem baru makanya lambat,” terangnya.

Kemudian, dengan aplikasi ini semua rekening sekolah penerima dana BOS berubah. Sehingga, pihaknya harus kembali melakukan menyesuaikan dengan penggunaan aplikasi itu.

Baca juga: DPR Ajak Masyarakat Tidak Takut Jalani Vaksinasi

“Karena BOS ini sebelum dana itu masuk ke rekening, operator sekolah di undang dulu oleh dinas untuk membuat laporan tahap satu. Setelah laporan tahap satunya masuk, baru kita berikan rekomendasi untuk pencairan tahap dua,” tuturnya.

Untuk Parigi Moutong sendiri jumlah sekolah dasar sebanyak 422 sekolah, data tersebut juga termasuk sekolah swasta.

Baca juga: Pemerintah Diingatkan Tidak Sembunyikan Kasus Covid 19 Pada Anak

Hingga saat ini, kurang lebih 400 sekolah yang telah memasukkan laporan BOS tahap satu, dan dana tahap duanya telah dicairkan.

“Yang sudah memasukan laporanya sudah sekitar 400 lebih. Jadi diperkirakan ada 20 sekolah belum memasukan laporanya,” tutupnya.

Baca juga: Lagi, Realisasi Dana BOS Parimo Lambat Lapor

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post