fbpx

Puluhan Pelaku Kriminal Ditangkap, Ini Kasus Dominan di Parigi Moutong

waktu baca 2 menit
(Ilustrasi)

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Puluhan pelaku kriminal ditangkap, Kepala Polisi Resort Parigi Moutong, mengungkap puluhan pelaku kasus tindak pidana beserta barang bukti saat ini diamankan, terkait hal itu pelaku kasus ini dominan dengan kasus pencurian.

Hal itu diungkapkan AKBP Yudy Artono Wiyono, terkait pengungkapan puluhan pelaku kriminal yang berhasil ditangkap, saat konferensi pers di Mako Polres Parigi Moutong, pada hari Kamis 16 Juni 2022.

“Beberapa kasus yang kami temukan antara lain pencurian kendaraan bermotor, ternak, elektronik, illegal logging dan PPA,” ucap AKBP Yudy Arto Wiyono saat konferensi pers di Mako Polres Parigi Moutong, Kamis 16 Juni 2022.

Dikatakannya, terkait curanmor tersebut, beberapa pelaku berinisial MS dan S beraksi di tempat berbeda dan barang bukti diamankan 10 unit sepeda motor. Sedangkan TKP berada di Desa Bantaya, TKP Desa Kayuboko, TKP PLN Desa Maesa, TKP Desa Bambalemo, TKP Desa Baliara dan TKP Desa Masigi.

Baca: Terduga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Kota Palu Dibekuk Polisi

Ia menjelaskan, pasal-pasal yang dikaitkan dengan mereka adalah Pasal 363 sub pasal 362 KUHP Jo, bersama-sama dengan Pasal 55, 56 dan 65 KUHP dan Pasal 406 KUHP dengan ancaman pidana penjara 7 tahun dan 9 tahun penjara.

Sementara itu, pelaku pencurian ternak berdasarkan laporan polisi (LP) tentang pencurian ternak hewan sapi dan kambing yang ditindaklanjuti dengan TKP desa Pelawa baru Kecamatan Parigi Tengah, dengan tiga berinisial MF, S dan inisial Y.

Selain itu, mengungkap kasus illegal logging di Kabupaten Bolano Lambunu, dimana pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa 70 bilah kayu semi bantalan berbagai jenis.

“Pasal yang dikenakan adalah Pasal 83 ayat 1 a dan b Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan hutan, diubah dengan Pasal 37 angka 13 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja,” jelasnya.

Ia mengatakan para pelaku diancam dengan hukuman maksimal lima tahun dan denda Rp. 500 juta atau maksimal Rp 2,5 miliar.

Ditambahkannya, belasan kasus tersebut telah berhasil diungkap sebagai kado HUT Bhayangkara, semoga mendapat dukungan dan apresiasi masyarakat, semoga polri selalu menjadi bagian dari kecintaan dan kepercayaan masyarakat. (*Ikh)

Baca: Diduga Perkosa Mahasiswi, Oknum Staff Kampus Kota Bima Dibekuk

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.