PTPS Olobaru Disinyalir Kampanyekan Seorang Caleg PDI-P

0
143
PTPS
PTPS Desa Olobaru Parimo, Eva Manembu (Foto: Akun Facebook Pribadi)
SHARE

Oknum Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Desa Olobaru, disebut mengarahkan warga memilih seorang Caleg DPRD Kabupaten Parimo Dapil I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berinisial SS

Parimo, gemasulawesi.com- Hal tersebut diungkap seorang warga yang mengaku sebagai relawan dari Caleg Partai Gerakan Indonesia Raya, Enos, kepada gemasulawesi.com, Selasa, 9 April 2019.

Dia mengatakan, oknum PTPS bernama Eva Manembu terkesan mengarahkan warga menetapkan hak pilihnya kepada Caleg berinisial SS.

“Kebetulan, Tomi Dopong teman relawan saya untuk caleg Partai Gerindra, menyampaikan kepada saya, kalau dirinya diarahkan Ibu Eva,” ungkapnya.

Menurutnya, tindakan Eva dianggap berpotensi mencederai proses demokrasi Pemilu yang hanya tinggal sepekan lagi.

Berdasarkan aturan, sebagai PTPS Eva seharusnya dapat menjaga sikap netralnya, apalagi yang bersangkutan juga berstatus Aparat Sipil Negara (ASN).

Sementara itu, Tomi Dopong ditemui gemasulawesi.com di kediamannya, menceritakan kronologi kejadian saat dirinya dimintai Eva untuk memilih SS.

Eva juga kembali mengingatkan dirinya untuk melirik partai berlambang banteng saat hari pencoblosan.

“Katanya, tidak masalah jadi saksi caleg Gerindra tapi mesti coblos SS, tentu saja saya menolak,” tegasnya.

Dia menuturkan, pasca menolak kedua permintaan tersebut, Eva berdalih sikapnya itu hanya sebatas candaan saja.

Kemudian, Pengawas Kecamatan (Panwascam) Parigi Selatan, Jumadil Akbar, yang dikonfirmasi via telepon, Rabu, 10 April 2019. Membenarkan, jika Eva Manembu mendapat tugas sebagai PTPS Desa Olobaru.

“Kami menunggu laporan warga di sekretariat Panwascam, yang bertempat di Desa Dolago, untuk dapat memproses hal ini,” jelasnya.

Dia menegaskan, berdasarkan aturan seorang yang dimandatkan menjadi pengawas dalam proses pemilihan, sangat tidak dibenarkan untuk berkampanye.

Kata dia, pihaknya akan memberikan sanksi tegas jika Eva terbukti melakukan hal tersebut.

“Walaupun jabatannya hanya PTPS, yang namanya pengawas tidak dibenarkan mengarahkan warga untuk memenangkan salah satu kontestan,” tegasnya.

Tim gemasulawesi.com, sebelumnya telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Eva Manembu dengan mengunjungi kediamannya, Selasa 9 April 2019, sekitar pukul 17.30 Wita, namun yang bersangkutan sedang tidak ditempat.

Tim media ini juga telah berupaya menghubungi via telepon seluler di nomor 0853 96878XXX. Rabu, 10 April 2019, pukul 17.03 Wita, dan mengirimkan pesan singkat sekitar pukul, 19.27 Wita, meminta kesediaannya untuk dikonfirmasi.

Sayangannya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Terkait persoalan tersebut, sebelumnya sempat terjadi insiden perdebatan antara Eva menghadapi Tomi Dopong dan Enos.

Eva mengaku tidak pernah menyampaikan hal itu kepada Tomi Dopong, dan menganggap Tomi Dopong telah memberikan keterangan bohong, Eva juga menyerang kehidupan pribadi Enos dihadapan umum.

Tomi Dopong langsung membantah pernyataan Eva, dengan menyampaikan jika dirinya belum tuli.

Merasa tersinggung dan geram dengan perkatan dan tingkah Eva, Enos menyampaikan akan melaporkan tindakannya kepada awak media.

Tetapi Eva merespon dengan mengeluarkan perkataan yang terkesan menantang diikuti dengan bahasa tubuh yang melecehkan wartawan (ala goyang itik).

Bukti tindakan Eva itu terekam video kamera telepon genggam milik Enos.

Laporan: Daniel


SHARE

Tinggalkan Balasan