PT Antam Bantah Terlibat Skandal Impor Emas Rp 47,1 Triliun

waktu baca 2 menit
Foto: PT Antam

Berita nasional, gemasulawesi– PT Antam bantah tudingan terlibat skandal Impor Emas senilai Rp47,1 triliun.

“Kami telah memenuhi seluruh ketentuan dalam impor emas itu sesuai dengan praktik tata kelola perusahaan (good corporate governance),” ungkap SVP Corporate Secretary Antam Yulan Kustiyan, Selasa 15 Juni 2021.

Ketentuan itu, termasuk kewajiban tarif Bea Masuk (BM) sesuai dengan peraturan yang berlaku, dalam hal ini gold casting bar dengan kategori pos tarif 7108.12.10.

Untuk diketahui, HS 7108.12.10 merupakan klasifikasi untuk emas batangan akan diolah kembali dalam bentuk bongkah, ingot, atau batang tuangan dengan tarif BM 0 persen.

“Dalam kaitannya dengan impor emas, Antam telah memenuhi seluruh ketentuan, termasuk kewajiban tarif bea masuk sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam hal ini gold casting bar dengan kategori pos tarif 7108.12.10,” jelasnya.

Baca juga: Tim INAFIS Olah TKP Rujab Wakil Rakyat Parigi Moutong

Impor emas dilakukan pihaknya diperuntukkan sebagai bahan baku produk logam mulia perusahaan.

Perusahaan melakukan impor emas hasil tuangan dengan berat 1 kg (gold casting bar) sebagai bahan baku akan dilebur dan diolah kembali menjadi produk hilir emas di pabrik pengolahan dan pemurnian dikelola Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia.

“PT Aneka Tambang melakukan impor gold casting bar (emas hasil tuangan dengan berat 1 kg) sebagai bahan baku yang akan dilebur dan diolah kembali menjadi produk hilir emas,” jelasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan membeberkan dugaan kasus terkait impor emas yang dilakukan oleh petinggi Bea dan Cukai di Bandara Soekarno Hatta. Proses impor itu diduga tak sesuai aturan sehingga jadi tidak kena pajak.

Arteria juga meminta agar Kejaksaan Agung memeriksa Direksi hingga Vice President di PT Antam, dugaan ada keterlibatan petinggi Antam dugaan kejahatan skandal impor emas.

Selama ini di PT Antam kerap ikut campur dalam perdebatan bea dan cukai mengenai proses importasi emas, sehingga dapat meloloskan hal itu.

“Sehingga bea masuknya bisa nol persen, padahal sudah layak jual, Pak. Ini orang maling kasat mata,” ucap Arteria.

Emas itu seharusnya dikenakan biaya impor hingga lima persen dan kena pajak penghasilan impor sebesar 2,5 persen.

Namun, karena praktik penyelewengan di Bandara Soetta, maka emas yang dimaksud jadi tidak kena pajak. (***)

Baca juga: Petinggi Bea Cukai Diduga Gelapkan Emas Puluhan Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.