PSP Dianggap Mangkrak, Sukri Lapor ke KPK

0
238
PSP Dianggap Mangkrak, Sukri Lapor ke KPK
Sukri Tjakunu, aktivis pegiat anti korupsi

Parimo, gemasulawesi.comPembangunan Pasar Sentral Parigi (PSP), Kabupaten Parimo, Provinsi Sulteng, Sukri Tjakunu lapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), via kontak layanan pengaduan.

Hal tersebut diungkapkan Sukri Tjakunu, saat ditemui gemasulawesi.com dikediamanya, Kamis, 16 Mei 2019.

Dia mengatakan, telah mengirimkan data terkait dugaan praktek korupsi atas pembangunan PSP melalui kontak tersebut.

“Saya terinspirasi dengan pengungkapan kasus korupsi Bupati Talaud, berawal dari pelaporan masyarakatnya via aplikasi Whatsap (WA),” ujarnya.

Ia mengaku, pada awalnya hanya sekedar mencoba, namun, timbul keyakinan setelah melihat keabsahan informasi kepemilikan kontak diaplikasi tersebut.

Kontak pengaduan dugaan tindak korupsi tersebut lanjut dia, diketahuinya saat menyaksikan wawancara salah seorang anggota Satuan tugas (Satgas) KPK, disalah satu stasiun televisi.

“Saya tambah yakin saat mendapat balasan permintaan data pribadi dan kondisi bangunan PSP terkini, serta data pendukung yang saya miliki untuk diverifikasi,” terangnya.

Hal tersebut membuat pegiat anti korupsi ini, langsung melakukan pengambilan gambar berbentuk video untuk dikirimkan ke kontak layanan tersebut.

Kemudian, pengambilan video pada Kamis,16 Mei 2019, langsung diposting Sukri di laman akun resmi facebook miliknya, bernama Sukri Tjakunu Bonsai.

“Saya yakin kasus ini akan ditindak lanjuti, meski perlu waktu tahunan, mengingat setiap tahun ada sekitar 7000 laporan yang diterima KPK,” tegasnya.

Dia menambahkan, laporan via elektronik langsung dapat diakses tim penyidik dan komisioner KPK, berbeda pelaporan dalam bentuk dokumen hard copy.

“Saya yakin KPK akan memproses laporan ini, tidak seperti oknum-oknum Aparat Penegak Hukum di Sulteng, yang terkesan melindungi kasus ini,” tandasnya.

Baca juga: DPRD Parimo Kritisi Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018

Laporan: Daniel

Tinggalkan Balasan