Proyek Pavin SIKIM Avulua Disebut Menjadi Temuan BPK

0
204
Proyek Pavin SIKIM Avulua Disebut Menjadi Temuan BPK Yanto
Ilustrasi
Parimo, gemasulawesi.com Proyek pemasangan pavin di lokasi SIKIM Avulua disebut telah dijadikan temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sulteng.

Proyek pemasangan pavin blok di lokasi SIKIM menggunakan pagu anggaran Rp940 juta bersumber dari DAK APBD di tahun 2018.

Diketahui proyek baru mulai dikerjakan diawal tahun 2019, walaupun seharusnya pihak kontrak pelaksana melakukannya di tahun 2018.

Berdasarkan keterangan dari PPK dan PPTK proyek pekerjaan dilaksanakan dengan konsekwensi denda akibat keterlambatan.

Tim gemasulawesi sempat menyusuri kembali pekerjaan pavin apakah bagian rusak sudah diperbaiki atau belum, ternyata kondisinya masih tetap sama seperti saat awal diberitakan dahulu.

Belum ada upaya perbaikan menguatkan dugaan keterlibatan orang dinas, PPK, PPTK dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam pekerjaan, sehingga terjadi proses pembiaran.

Pantauan gemasulawesi.com, pekerjaan dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, akibatnya kuat dugaan kerugian total terjadi akibat proyek pemasangan pavin asal jadi itu.

Dalam proyek bermasalah ini kembali nama Yanto disebut sebagai pemilik pekerjaan oleh PPK dan PPTK proyek.

Sebelumnya, gemasulawesi.com sudah mengkritisi kualitas pekerjaan pavin SIKIM itu, sayangnya pihak PPK maupun PPTK terkesan tidak mampu berbuat apa-apa.

Kemudian malah terkesan melakukan pembiaran terhadap berbagai dugaan kesalahan teknis pekerjaan yang tidak mengikuti spesifikasi pengadaan pavin.

Berdasarkan keterangan PPK pavin harus tipe K 300, tetapi fakta dilapangan ditemukan pavin yang digunakan adalah dibawah K 300.

Pavin tipe K 300 hanya bisa didapatkan pada pembuatan pabrikan yang menggunakan mesin hidrolik. Umumnya perusahaan yang mengadakan pavin tipe K 300 akan memiliki sertifikasi.

Sementara pada prakteknya di lokasi pekerjaan Yanto diduga kuat menggunakan pavin buatan manual tangan bukan pabrikan.

Masih penelusuran gemasulawesi.com, hasil wawancara dari penjual pavin, Yanto diketahui membeli pavin pada sebuah usaha lokal yang berada dalam kota parigi.

Hasil wawancara gemasulawesi.com kepada pelaku usaha tempat pemesanan pavin Yanto untuk proyeknya di lokasi SIKIM diketahui pihak pelaku usaha belum memiliki sertifikasi.

Pembuatan pavin masih menggunakan tenaga kerja manual alias cetakan, pantas saja hingga proyek tersebut selesai pihak PPK belum menerima sertifikasi pavin.

Pihak Yanto sendiri hingga berita ini terbit belum bisa dikonfirmasi, sementara pihak PPK dan PPTK sendiri telah angkat tangan dalam penanganan persoalan itu.

Baca juga: Proyek Pavin SIKIM Bermasalah Disebut Milik Yanto

Laporan Muhammad Irfan Mursalim

 

 

Tinggalkan Balasan