Total 100 Ha Program Peremajaan Kelapa di Parimo

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi Bibit pohon Kelapa

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Total 100 Ha, program peremajaan kelapa dari bantuan Pemerintah Pusat di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

“Program peremajaan pohon kelapa milik petani melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020,” ungkap Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Parigi Moutong Rahmatia di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Program peremajaan pohon kelapa itu kata dia, difasilitasi Pemerintah Sulteng melalui APBN.

Dan bantuan itu semuanya sudah berada di tangan petani dan sudah masuk proses penanaman.

Baca juga: Minyak Kelapa Kampung Premium, Industri Parimo ‘Go Nusantara’

“Program peremajaan tanaman kelapa menyasar enam desa di tiga kecamatan sentra,” tuturnya.

Enam desa itu adalah Desa Lembah Bomban Kecamatan Bolano, lalu Desa Ambesia, Taaniuge, Ambesia Kecamatan Tomini, kemudian Desa Bainaa dan Ogoalas Kecamatan Tinombo dengan luas areal mencapai 100 hektare.

Setiap tahun, program bantuan peremajaan pohon kelapa selalu diadakan melalui APBN yang dikelola pemerintah provinsi lewat Dinas Perkebunan Sulteng sebagai eksekutor lapangan.

Baca juga: Ribuan Napi Lapas di Sulawesi Tengah Dapat Remisi Idul Fitri 1441 H

“Kami diberi tanggung jawab, melakukan monitoring di wilayah-wilayah yang menjadi sasaran program itu,” urainya.

Namun, tetap memiliki kewenangan mengusulkan kelompok tani yang ingin melakukan peremajaan ke Pemerintah Sulteng.

Bentuk bantuannya kata dia, dalam bentuk paket berupa bibit kepala, alat semprot pertanian dan pupuk NPK.

Baca juga: Tekan Pernikahan Dini, Parigi Moutong Perkuat Pembinaan Remaja

“Program peremajaan tanaman kelapa dinilai sangat perlu. Sebab, sudah banyak pohon kelapa milik petani mengalami penuaan,” jelasnya.

Ia mengatakan, hal ini bertujuan agar produktivitas dan produksi komoditas itu semakin meningkat.

Sebab, komoditas kelapa masih menjadi salah satu komoditas utama di Parimo pada sub sektor perkebunan selain kakao dan cengkeh. Sekaligus salah satu komoditas penyumbang peningkatan ekonomi daerah.

Baca juga: Faktor Kehamilan Remaja Tingkatkan Resiko Kematian Bayi

“Produksi kelapa dalam Parigi Moutong tahun 2019 berbentuk kopra mencapai 36297 kilogram lebih rata-rata produktivitas 1403 kilogram atau hektare dengan luas areal perkebunan kelapa mencapai 26522 hektare,” terangnya.

Selanjutnya, produksi dalam bentuk buah mampu menghasilkan 212,176 juta butir/tahun yang mencapai 100 pohon per hektar dengan jarak tanam 10 meter.

“Petani masih dalam kondisi mampu dengan panen empat kali dalam setahun,” tutupnya.

Baca juga: Bertambah Tujuh, Total PDP Corona Sulawesi Tengah 47 Orang

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.