Program JKN – KIS Dinilai Bisa Lindungi Petani di Morowali

Program JKN-KIS Dinilai Bisa Lindungi Petani di Morowali WHO
Foto: Illustrasi Kartu jaminan kesehatan warga.
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Program JKN – KIS dinilai bisa lindungi petani di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Bersyukur sekali Pemda menanggung jaminan kesehatan kami warga kurang mampu, apalagi saya hanya bekerja sebagai petani. Saya berharap, ke depannya program ini tetap terus bertahan dan berlanjut,” ungkap petani di Desa Petumbea, Kecamatan Lembo Raya, Morowali, Tarsun, Rabu 21 Juli 2021.

Terlebih lagi, dengan program JKN – KIS, pelayanan kesehatan diberikan cuma-cuma, tanpa pungutan biaya sepeser pun.

Baca juga: SCovid Poso Sulawesi Tengah Meningkat, Manajemen Akan Tutup Layanan

Ia tidak pernah berpikir dirinya membutuhkan proteksi kesehatan. Namun, cara berpikir itu pun berubah, usai menerima layanan dari program JKN – KIS.

Tarsun menjadi peserta program JKN – KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Kabupaten Morowali sejak 2016 silam.

Dia menuturkan, tiba-tiba gigi gerahamnya terasa sangat sakit untuk mengunyah makanan. Dia kemudian memeriksakan diri ke puskesmas. Dan usai menjalani proses perawatan, dirinya mendapat obat dari dokter.

“Awalnya saya menduga, gigi saya hanya akan sakit sementara, namun setelah berhari-hari saya sudah tidak tahan dengan kondisi sakit gigi yang saya alami. Akhirnya saya memberanikan diri untuk memeriksa gigi ke puskesmas,” tuturnya.

Bermodal kartu pasien JKN-KIS, ia mengaku lega sebab pengobatan berjalan dengan lancar. Bahkan, dapat menerima perawatan yang baik dan mudah tanpa perlu mengantre.

Dia pun menyebut tidak melihat perbedaan antara pelayanan terhadap pasien JKN-KIS maupun pasien umum.

Universal health Coverage

Diketahui, Pemerintah Indonesia terus upayakan capai cakupan kesehatan semesta atau Universal health Coverage (UHC).

Cakupan kesehatan semesta menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif berkualitas dan efektif.

Dalam Sidang WHO Executive Board ke 144 tahun 2019, telah disepakati WHO 13th General Program of Work untuk dicapai pada tahun 2023 oleh semua negara anggota WHO, termasuk Indonesia.

Target-target itu mencakup, satu miliar orang mendapatkan manfaat UHC, satu miliar orang lebih terlindungi dari kedaruratan kesehatan, dan satu miliar orang menikmati hidup lebih baik dan sehat. (***)

Baca juga: JKN di Sulawesi Tengah, Ini Aturan Barunya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post