Selasa, April 13, 2021
BerandaSulawesi TengahPolda Sulteng Sita Ribuan Produk Madu Palsu

Polda Sulteng Sita Ribuan Produk Madu Palsu

- Advertisement -spot_img

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Polda Sulteng sita produk madu palsu yang tidak memiliki izin Badan Pengawas Obat dan Makanan atau (BPOM).

“Ribuan produk madu palsu yang kami sita, merupakan peredaran madu di sejumlah Toko, Apotik dan Swalayan di Kota Palu yang tidak berstandar uji hasil BPOM,” ungkap Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto saat didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol. Afrizal pada konfrensi pers, di Mako Polda Sulteng, Senin 11 Januari 2021.

Ia mengatakan, dari pengungkapan kali ini petugas menyita barang bukti sebanyak 1417 botol madu hasil industri rumah tangga milik MR(62).

Industri rumah tangga milik MR berada di sebuah rumah kos-kosan  Jalan Anoa II Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan Kota Palu, Rabu 30 Desember 2020.

Baca juga: Pelaku Pemalsuan Produk Madu Kota Palu Terancam Pidana Lima

“MR kepergok personil Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng, saat sementara mengolah madu dan melakukan pengemasan dalam botol,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat MR memperdagangkan madunya di toko obat, apotik dan swalayan di Kota Palu. Ia mengakui produknya miliki legalitas.

Bahkan, MR menyebut produkya dibuat di Makassar. MR juga melabeli madu produksinya dengan nama “Madu Tawon Lebah alam, Madu alam lebah hutan dan Madu lengkeng lebah madu”.

Baca juga: BPOM Musnahkan Obat Ilegal Palu Temuan Dalam Dua Tahun

“Dari toko obat, apotik dan swalayan di Kota Palu turut diamankan madu hasil produksi MR sebanyak 664 botol,” terangnya.

Sejumlah madu yang dipasarkan itu kata dia, diketahui dari hasil uji laboratorium BPOM Kota Palu. Didapatkan parameter PK HMF hasilnya 889.71 mg/kg.

Sementara menurut ketentuan, syarat maksimal 50 mg/kg. Sehingga, disimpulkan tidak memenuhi syarat untuk diperjualbelikan.

“Hasil pemeriksaan, MR melakukan produksi madu olahannya di Kota Palu sudah selama sekitar dua tahun,” sebutnya.

Selain di Kota Palu kata dia, MR memasarkan madu olahannya hingga wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Baca juga: Peran Media Bangun Masyarakat Sadar Vaksin

Bersama barang bukti madu sebanyak 1417 botol, petugas juga turut mengamankan  barang bukti lainnya. Diantaranya, bahan campuran pembuatan madu dan perlengkapan mengolah madu.

“Tersangka MR setidaknya telah melakukan tiga perbuatan pidana,” tegasnya.

Perbuatan pidana pertama, yaitu tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etika, keterangan, iklan, atau promosi penjualan barang.

Kedua tidak memiliki ijin usaha pangan olahan. Dan ketiga tidak memiliki ijin edar sebagai pelaku usaha pangan.

“Dalam kasus ini tersangka MR akan dijerat sebagaimana undang undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman 5 tahun. Dan denda Rp 2 Milyar, serta undang undang tentang pangan. Sebagaimana di rubah dalam undang undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja,” tandasnya.

Baca juga: Satuan Resnarkoba Sita Ratusan Gram Sabu Parigi Moutong Selama 2020

Laporan : Aldi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img