Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pro Kontra Lomba Karya Tulis Tema Hormat Bendera Menurut Islam

Pro Kontra Lomba Karya Tulis Tema Hormat Bendera Menurut Islam
Foto: Mardani Ali Sera.

Gemasulawesi– Lomba karya tulis tema hormat bendera menurut Islam digelar Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional menuai pro dan kontra dari sejumlah Partai Politik (Parpol).

“Aneh temanya dan terkesan tendensius. Jadi buka luka lama saat dikatakan musuh Pancasila itu agama. BPIP mestinya menyatukan bukan buat kontroversi,” tegas Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, Jumat, 13 Agustus 2021.

Menurut dia, ada ide lomba karya tulis lainnya selain tema hormat bendera menurut Islam yang dinilai lebih visioner. Salah satunya terkait perubahan iklim.

Baca juga: DPR Sebut Kemenkeu Blokir Rp 500 Miliar Dana Bantuan Ponpes Madrasah

“Ada ide tema lain lebih visioner dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional seperti ‘Pandangan Santri dalam bahaya Perubahan Iklim’ atau ‘Santri untuk Indonesia bebas korupsi’. Tapi mengubah tema hanya permukaan, paradigma BPIP mestinya menyatukan dan menguatkan peran agama dalam bingkai harmoni. BPIP perlu evaluasi total,” katanya.

Namun berbeda dengan Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid pro dengan lomba menulis tema hormat bendera menurut Islam itu. Ia bahkan salut kepada BPIP turut memperingati Hari Santri Nasional.

Menurut dia, perlombaan itu merupakan penghargaan bagi perjuangan santri.

“Hemat saya, jauhi prasangka buruk, temanya sudah cukup bagus, tidak usah dipelintir ditambah pikiran buruk,” ujarnya.

Dia mengakui, memang tema lomba hormat bendera menurut Islam kurang milenial, namun bukan berarti bermuatan buruk.

“Kita jadikan Hari Santri menjadi momen membangun solidaritas dan kebersamaan sesama anak bangsa,” ucapnya.

Baca juga: Fenomena Awan Lurus di Langit Pertanda Gempa, Ini Penjelasan BMKG

Stafsus BPIP luruskan maksud lomba

Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo pun meluruskan maksud lomba artikel hari Santri yang ramai diprotes itu.

Dia mengatakan, lomba ini memang dikhususkan untuk hari Santri sehingga temanya pun disesuaikan.

“Khusus untuk hari Santri, BPIP memang membuat lomba-lomba yang dikhususkan untuk itu. Tapi BPIP juga akan membuat lomba-lomba untuk hari besar, seperti Natal, Waisak atau hari besar Galunggung, Konghuchu,” kata Romo Benny kepada wartawan, Jumat.

Dia menegaskan, tidak ada maksud membenturkan nilai agama dan nasionalisme sebagaimana narasi yang diviralkan. Menurutnya, tema itu dimaksudkan untuk memupuk rasa cinta pada Tanah Air.

“Nggak ada pembenturan itu. Nggak ada. Maksudnya ini memupuk cinta pada Tanah Air,” tutupnya. (***)

Baca juga: Ponpes Islam Amanah Poso Sulteng Kini Miliki Rusun Santri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post