Kamis, Mei 6, 2021
BerandaSulawesi TengahPria Rentan Terpapar Virus Corona, Kenapa?

Pria Rentan Terpapar Virus Corona, Kenapa?

- Advertisement -spot_img

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi.comMenurut rekam medis Rumah Sakit di berbagai dunia, menunjukkan pria rentan terkena virus corona.

Di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara, misalnya, sekitar 70 persen pasien kritis yang dikirim ke perawatan intensif adalah pria. Dan jumlahnya lebih tinggi lagi untuk yang meninggal.

Studi terhadap lebih dari 4.000 pasien virus corona di sejumlah rumah sakit di New York, Amerika Serikat, juga menemukan 62 persen adalah pria. Studi itu mendapati pula kalau gejala infeksi virus itu pada pria lebih cenderung berkembang menjadi sakit parah dan meninggal.

Satu kemungkinan di balik perbedaan kerentanan pria dan wanita itu adalah soal kebiasaan merokok. Di Cina, lebih dari separuh pria merokok.

Orang-orang tua lebih rentan terinfeksi penyakit virus corona 2019 alias covid-19. Bukan hanya orang, tapi lebih tepatnya, orang tua yang pria.

Pada 30 Januari 2020, satu tim di School of Medicine, Shanghai Jiaotong University, menerbitkan laporan kondisi 99 pasien COVID-19 yang dirujuk ke Rumah Sakit Jinyintan Wuhan sepanjang 1 sampai 20 Januari.

Mereka menemukan jumlah pria jauh lebih banyak dengan perbandingan lebih dari 2:1 pada kelompok pasien itu.

Petunjuk yang sama muncul juga di tingkat kematian. Data mortalitas dari 21 rumah sakit di Wuhan antara 21-30 Januari, misalnya, sebanyak 75 persen adalah pria.

Sementara itu, hanya lima persen untuk yang perempuan. Diduga, rokok tembakau menyebabkan sel paru-paru memproduksi protein ACE2 yang menjadi reseptor virus corona. Ini bisa berarti merokok membuat sel-sel di paru lebih mudah diinfeksi virus.

Hua Linda Cai dari University of California, Amerika Serikat, mematahkan hipotesa itu dengan menyatakan tak didukung data.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.