Pria di Sigi Meregang Nyawa Ditangan Adik Ipar

Tersulut Emosi, Pria Meregang Nyawa Ditangan Adik Ipar
Foto: Illustrasi Pembunuhan.
Jangan Lupa Share

Berita sigi, gemasulawesi– Polsek Palolo, Sigi, Sulawesi Tengah, ungkap kasus pria meregang nyawa ditangan adik ipar sendiri.

“Korban berinisial JR (29),” ungkap Kapolsek Palolo AKP Abdul Halik, di Sigi, Sulawesi Tengah, Senin 8 Februari 2021.

Sementara pelaku berinisial WLS (29) merupakan adik ipar korban. Polsek Palolo menangkapnya, atas kejadian yang mengakibatkan satu pria meregang nyawa di Desa Bungan, Kecamatan Palolo, Sigi, Sulawesi Tengah.

Peristiwa yang mengakibatkan satu pria meregang nyawa itu, terjadi Minggu 7 Februari 2021, sekitar pukul 18.30 Wita.

Ia menjelaskan, awal mula kejadian itu akibat korban JR sempat cekcok bersama istrinya. Saat itu, orangtua dari istri korban JR bahkan mencoba melerainya.

Baca juga: Adik Pj Walikota Palu Pasha Terciduk, BNN Amankan 15 Paket

“Melihat pertengkaran antara JR bersama istrinya, pelaku WLS tersulut emosi,” tuturnya.

WLS yang merupakan adik dari istri korban, langsung menebas JR menggunakan sebilah parang.

Karena tebasan parang WLS adik iparnya, korban JR mengalami luka di sejumlah tubuhnya.

“JR luka menganga di bagian pinggang sebelah kiri leher bagian belakang, luka pada tangan kanan,” terangnya.

Akibat sejumlah luka sabetan parang, korban JR meninggal dunia di tempat. Ia tidak sempat dilarikan ke rumah sakit.

Bahkan, sekitar pukul 10.00 Wita korban JR sudah dikebumikan di kediaman keluarganya, Desa Bobo, Sigi, Sulawesi Tengah.

“Kami menangkap pelaku setelah mendapatkan informasi terkait peristiwa itu,” tuturnya.

Terkait kasus penganiayaan berat akibatkan pria meregang nyawa, Undang-undang telah mengaturnya. Sanksi pidana bagi pelaku penganiayaan terdapat dalam Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi. Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Kemudian, jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Berikutnya, jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Namun, apabila kematian korban memang menjadi tujuan awal dari si pelaku, maka pelakunya dapat dijerat dengan Pasal 338 KUHP.

Isi pasal 338 adalah barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Saat ini, pelaku yang membuat satu pria meregang nyawa, telah dibawa ke Polres Sigi, Sulawesi Tengah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca juga: Hukuman Mati Menanti Pelaku Penganiayaan Berat di Sienjo

Laporan: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post