Presisi Jajaki Kontrak Tambang Nikel di Morowali Utara, Sulawesi Tengah

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi Tambang nikel.

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi­- PT PP Presisi jajaki kontrak tambang nikel di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Lokasi Morowali Utara, Sulawesi Tengah adalah salah satu dari tiga prospek kontrak tambang nikel selain di Halmahera. Itu merupakan merupakan tambang nikel terbesar di Indonesia.

“Sedikitnya kami target tambahan tiga kontrak baru di sektor jasa pertambangan hingga akhir 2021,” ungkap Direktur Utama PP Presisi, Rully Noviandar dalam rilis resmi, di Jakarta, Rabu 16 Juni 2021.

Ia menyebut perseroan membidik tambahan kontrak baru hingga lebih dari Rp1,5 triliun sampai akhir tahun ini dari tiga prospek itu.

Adanya prospek untuk penambahan kontrak baru dari sektor jasa pertambangan kata dia, diharapkan dapat mendukung target kontribusi lini bisnis jasa pertambangan hingga sebesar 20 persen terhadap target pendapatan perseroan tahun ini.

Baca juga: RRI Kota Palu Jajaki Kerjasama dengan Tiga Stasiun Radio Parigi Moutong

“Beberapa proyek kontraknya sudah didapatkan PPRE hingga bulan lalu a.l. proyek jasa tambang Nikel Morowali, pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi Seksi 3 melalui KSO LMA-PPRE,” sebutnya.

Selanjutnya pembangunan jalan hauling dan stockyard Weda Bay Nickel, readymix supply proyek Mempawah, rekonstruksi paved shoulder taxiway Bandara Sepinggan.

Ada pula kontrak pembangunan jalan kereta api Makasar-Pare-Pare dan pembangunan jalan tol trans Sumatera ruas Pekanbaru-Padang, seksi Padang-Lubuk Alung-Sicincin.

Sementara itu, Direktur Operasi PP Presisi Darwis Hamzah menambahkan, perseroan juga mengincar beberapa proyek infrastruktur lainnya dengan peran kontraktor utama.

Ia optimis perseroan tahun ini bakal dapat mencapai target kontrak baru 2021 senilai Rp3,7 triliun atau tumbuh 32 persen dari realisasi perolehan kontrak baru tahun lalu.

“Untuk mendukung pertumbuhan perolehan kontrak baru serta percepatan produksi, kami sedang melakukan kajian penyesuaian capex mencapai lebih dari Rp600 miliar pada tahun ini,” kata Darwis.

Adapun anggaran belanja modal mayoritas akan digunakan anak usaha PT PP (Persero) Tbk. Itu untuk mendukung proyek-proyek pekerjaan sipil dan jasa tambang. Hingga Mei 2021.

Ia mengungkapkan perseroan sudah menyerap capex sebesar Rp93 miliar.

Hingga akhir Mei 2021, PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan kontrak baru senilai Rp2,2 triliun.

Diketahui, dua kontrak baru dari sektor jasa pertambangan didapatkan perseroan yaitu jasa tambang nikel serta pembangunan hauling road dan stockyard Weda Bay Nickel meningkatkan kepercayaan diri perseroan. (**)

Baca juga: DPMPD Parigi Moutong Akan Undang Kades Palasa Lambori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.