2Banner GIF 2021

Presiden Wajibkan Perusahaan Sawit dan Tambang Bikin Persemaian Bibit

Presiden Wajibkan Perusahaan Sawit dan Tambang Bikin Persemaian Bibit
Foto Presiden RI Joko Widodo/Istimewa

Nasional, gemasulawesi – Presiden Joko Widodo akan mewajibkan perusahaan sawit dan tambang untuk ikut menyiapkan pusat persemaian bibit (nursery center) demi mengurangi kerusakan lahan dan memperbaiki lingkungan.

“Saya juga akan memaksa, mengharuskan semua perusahaan kelapa sawit, perusahaan pertambangan untuk juga menyiapkan ‘nursery-nursery’ seperti ini sehingga juga terjadi perbaikan-perbaikan di lingkungan di mana pertambangan itu ada, di mana kebun sawit itu ada,” kata Presiden Joko Widodo di Persemaian Modern Rumpin di Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Jumat 19 November 2021.

Baca juga: Presiden Jokowi Sayangkan Uni Eropa Masih Dikriminasi Sawit Indonesia

Dalam peninjauan tersebut, beberapa duta besar negara sahabat juga turut serta. Para duta besar tersebut turut bergabung sejak dari Istana Bogor.

“Kita akan membikin dalam 3 tahun ke depan, kurang lebih 30 seperti ini dari pemerintah,” tambah Presiden.

Tujuan pendirian pusat persemaian tersebut adalah untuk mengurangi kerusakan lingkungan di hulu.

Baca juga: Anleg Tanjung Barat Jadi Tersangka Kasus Pencurian Kelapa Sawit

“Kita harapkan di bulan Januari (2022), bibit-bibit ini sudah mulai keluar untuk ditanam di tempat tempat yang sering banjir, yang sering longsor, yang memerlukan rehabilitasi untuk lahan-lahan kritis,” ungkap Presiden.

Presiden Joko Widodo pun menunjukkan bibit yang sudah dikembangkan di pusat persemaian tersebut antara lain bibit akasia, sengon, eukaliptus, jati, sampai mahoni.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam menangani dampak dari perubahan iklim dan kita tunjukkan ini persemaian bibit ini yang setahun bisa memproduksi kurang lebih 12 juta bibit,” kata Presiden.

Para duta besar yang hadir antara lain Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Yong Kim, Duta Besar Kanada untuk Indonesia Cameron MacKay, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket, dan Country Director Bank Dunia Satu Kahkonen.

Di Persemaian Modern Rumpin, Presiden dan para duta besar meninjau fasilitas rumah perkecambahan, area rumah produksi, sampai kolam air, dan sedimen.

Pusat Sumber Benih dan Persemaian Rumpin berdiri di atas lahan seluas 159,58 hektare yang terdiri atas zona perbenihan, zona kelola masyarakat, zona diklat, dan zona koridor pengembangan usaha dengan kapasitas produksi sekitar 16 juta bibit. (****)

Baca juga: Minyak Kelapa Sawit Diklaim Sumbang Devisa USD 15 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post