Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Presiden Jokowi Minta Pelaku Industri Dilibatkan Didik Mahasiswa

Presiden Jokowi Minta Pelaku Industri Dilibatkan Didik Mahasiswa
Foto: pelaku industri.

Berita nasional, gemasulawesi- Presiden Jokowi meminta perguruan tinggi melibatkan berbagai pelaku industri untuk mendidik para mahasiswa.

“Ajak industri ikut mendidik para mahasiswa sesuai dengan kurikulum industri, bukan kurikulum dosen, agar para mahasiswa memperoleh pengalaman berbeda dari pengalaman di dunia akademis semata,” ungkap Jokowi dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia, ditayangkan YouTube Universitas Gadjah Mada, Selasa 27 Juli 2021.

Di era penuh disrupsi seperti sekarang ini, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan para praktisi dan pelaku industri sangat penting.

Baca juga: Presiden Instruksikan Segera Salurkan Bansos Selama PPKM Darurat

Presiden Jokowi menuturkan, kurikulum seharusnya memberikan bobot Satuan Kredit Semester (SKS) yang jauh lebih besar untuk mahasiswa belajar dari praktisi dan pelaku industri.

Sudah waktunya pelaku industri dilibatkan sebagai pengajar dan mentor. Magang mahasiswa ke dunia industri juga harus diperbanyak.

Lembaga pendidikan tinggi, harus memfasilitasi mahasiswa agar mampu bersaing di pasar kerja semakin terbuka dan ketat, melibatkan pelaku industri. Sehingga, mampu menjadi industriawan agar menciptakan lapangan kerja, dan mampu meningkatkan status sosial.

“Hal itu juga akan membuat dirinya naik kelas dan menjadikan UMKM Indonesia juga naik kelas,” kata Presiden Jokowi.

Setiap mahasiswa punya talenta masing-masing yang harus digali, difasilitasi, dan dikembangkan.

Sehingga perguruan tinggi harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mengembangkan talentanya.  

“Mereka di jurusan tidak berarti harus belajar tentang hal sepenuhnya sama, di jurusan sama tidak berarti nantinya harus berprofesi sesuai jurusannya,” katanya.

Baca juga: Puluhan Mahasiswa di Kota Palu Ikuti Vaksinasi Covid 19

Pengetahuan dan keterampilan usang karena disrupsi

Presiden Jokowi mengingatkan, banyak pengetahuan dan keterampilan tidak relevan lagi dan menjadi usang karena disrupsi.

Namun, di saat bersamaan, banyak pengetahuan baru bermunculan. Banyak jenis pekerjaan hilang karena disrupsi, tetapi pekerjaan baru di masa kini dan masa mendatang juga bermunculan.

Merespons perubahan itu, Presiden Jokowi menekankan agar jangan sampai pengetahuan dan keterampilan mereka justru tidak menyongsong masa depan.

“Pengetahuan dan keterampilan hebat di masa kini bisa jadi sudah tidak dibutuhkan lagi dalam 5 tahun atau 10 tahun ke depan. Mereka harus disiapkan menguasai pengetahuan dan keterampilan relevan untuk zamannya,” pungkasnya. (***)

Baca juga: SKIPM Palu Bekali Pembudidaya Parimo Pengetahuan Penyakit Ikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post