Banner Disperindag 2021 (1365x260)

PPKM Level 4 Palu, Pemkot Beri Kebijakan Pelonggaran Pelaku Usaha

Perpanjangan PPKM Level 4 Palu, Pemkot Beri Kebijakan Kelonggaran Pelaku Usaha
Foto: Walikota Palu, Hadianto Rasyid.

Gemasulawesi– Walikota Hadianto Rasyid mengatakan PPKM Level 4 Palu, Sulawesi Tengah, kembali diperpanjang. Terdapat beberapa kebijakan pelonggaran pelaku usaha.

“Kami akan melaksanakan pengetatan walaupun ada pelonggaran kita berikan,” ungkap Hadianto, saat rapat terkait PPKM level 4 Palu, Rabu 11 Agustus 2021.

Diketahui, PPKM level 4 Palu diperpanjang 10-23 Agustus 2021 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2021 tentang PPKM Luar Jawa dan Bali.

Baca juga: Protes PPKM Level Empat: Walikota Palu Bisa Beri Kelonggaran

Menurutnya, sebenarnya kebijakan pelonggaran pelaku usaha ini tidak boleh. Namun, melihat kondisi dunia usaha di Kota Palu saat ini. Sehingga, Pemkot memberikan penguatan agar disiplin menjalankan Prokes saat PPKM level 4 Palu.

“Untuk sanksi sosial tetap sama seperti kemarin, seperti memberikan sembako kepada keluarga kita yang lagi Isoman dan kita akan kenakan sanksi Rp100 ribu bagi setiap orang terjaring razia protokol kesehatan,” ujarnya.

Ia juga menekankan, pasar-pasar tradisional juga akan dilakukan razia Protokol kesehatan.

Sehingga, nantinya ada Satpol PP Kota Palu dibantu para TNI dan Polri untuk melakukan pengawasan di pasar-pasar.

Baca juga: Walikota Palu Sebut Rumah Belajar Jadi Solusi Saat Pandemi Covid19

Kebijakan pelonggaran masa PPKM

Ada beberapa kebijakan pelonggaran pelaku usaha. Diantaranya, tempat-tempat usaha baik kecil, sedang, bahkan besar, bisa makan di tempat maksimal 30 persen pengunjung. Dengan Protokol kesehatan (Prokes) ketat dan batas waktu sampai pukul 21.00 WITA.

“Untuk pelaku usaha di Lapangan Vatulemo, Hutan Kota, Citraland, Taman Gor, Patung Kuda dan pelataran Masjid Raya Darussalam Palu Barat juga harus patuh dengan maksimal 30 persen pengunjung,” sebutnya.

Baca juga: PPKM di Kota Palu, Pemkot Tiadakan Penyekatan Pos Perbatasan

Apabila kedapatan tidak mematuhi kebijakan pelonggaran pelaku usaha itu, Pemkot Palu akan melakukan penyegelan selama sepekan.

Apabila setelah dibuka kembali kata dia, pelaku usaha tetap melakukan pelanggaran lagi, izinnya akan dicabut.

“Pesta-pesta juga ditiadakan. Kalau sampai kedapatan ada pesta di suatu wilayah, kita akan ganti RT/RW-nya,” tutupnya. (**)

Baca juga: Senin, PPKM Level Empat Mulai Berlaku di Kota Palu dan Morowali Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post