PPDB Sistem Zonasi Berpolemik, Kemendikbud Ubah Aturan

0
137
PPDB Sistem Zonasi Berpolemik, Kemendikbud Ubah Aturan
Pendaftaran PPDB Sistem Zonasi Online (Foto: gemasulawesi.com)

Jakarta, gemasulawesi.com PPDB sistem zonasi berpolemik di sejumlah daerah, Kemendikbud akan merubah aturan Penerimaan Peserta Didik Baru sistem zonasi.

Hal tersebut diungkapkan, Inspektur Jenderal Kemendikbud, Muchlis R Luddin. Ia mengatakan revisi Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 Tentang PPDB sementara berproses.

“Setelah mendapatkan masukan dari masyarakat dan juga dari Presiden, Permendikbudnya akan kita revisi,” ungkapnya, Kamis, 20 Juni 2019.

Sistem Zonasi mengharuskan para peserta didik menempuh pendidikan di sekolah yang terdekat dengan domisili setiap peserta didik.

Hal ini dilakukan dengan memperhatikan slot murid di setiap sekolah dan wilayah zonasinya.

“Awalnya sistem zonasi bertujuan menghilangkan favoritisme terhadap sejumlah sekolah negeri yang selalu terjadi setiap tahun,” jelasnya.

Namun, sistem itu justru membuat masyarakat merasa tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya di sekolah tertentu.

Sebab itu, dia berniat menaikkan penerimaan melalui jalur prestasi yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh peserta didik yang belum mendapatkan sekolah sesuai dengan keinginannya.

Sistem PPDB tahun ini terbagi dari beberapa jalur, yakni 50 persen untuk jalur masuk berdasarkan jarak, 20 persen untuk prestasi, dan 30 persen untuk jalur lainnya.

“Nantinya, jalur prestasi akan dinaikan dan jalur berdasarkan domisili dikurangi,” tegasnya.

Ia melanjutkan, sekarang daya tampung sekolah itu terbatas, karena dibatasi dengan 5 persen jalur prestasi.

Rencananya, nanti setelah direvisi prestasinya berada dikisaran antara 5 sampai 15 persen.

Protes pemberlakuan sistem zonasi terjadi di Jawa Timur. Sejumlah ratusan wali murid mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya menuntut sistem PPDB melalui zonasi tingkat SMP dihapuskan.

Pemerintah Jawa Timur kemudian menghentikan sementara sistem PPDB. Namun, Kamis, 20 Juni 2019, sistem PPDB dibuka kembali.

Sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan