2Banner GIF 2021

Polri Tangkap Pelaku Judi dan Pornografi Berbasis Aplikasi

Polri Tangkap Pelaku Judi dan Pornografi Berbasis Aplikasi
Foto: Press con Polri. Polri Tangkap Pelaku Judi dan Pornografi Berbasis Aplikasi.

Gemasulawesi– Pelaku judi dan pornografi berbasis aplikasi, berinisial PES, ER, CW, dan FC ditangkap Badan Reserse Kriminal Polri. Mereka berhasil meraup keuntungan hingga miliaran rupiah per bulan.

“Kami menangkap dan menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus perjudian dan pornografi berbasis aplikasi ini. Keuntungan mereka hingga Rp 4,5 miliar per bulan,” ungkap Direktur Tindak Pidana Umum Polri, Brigadir Jenderal Andi Rian melalui konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa 26 Oktober 2021.

Menurut dia, para pelaku mengelola aplikasi 19Love.me, yang di dalamnya terdapat konten perjudian dan pornografi.

Baca juga: Januari-Februari, 23 Orang Jadi Tersangka Kasus Judi di Luwuk

Untuk konten judi, pemain tinggal memilih sembilan jenis permainan yang tersedia. Sedangkan konten pornografinya ialah ada host wanita menggunakan pakaian terbuka serta beradegan seks secara daring. 

Namun, supaya dapat bermain dan menikmati konten pornografi, pemain harus membeli koin terlebih dahulu dengan minimal mengisi atau top up sebesar Rp 36 ribu atau ditukar menjadi 12 koin. 

“Tapi itu omset kotor, yang kemudian digunakan untuk membiayai operasional dan gaji para host. Gaji untuk para host itu berkisar Rp 2,5 hingga Rp 3 miliar per bulan,” kata dia. 

Polri Belum Ajukan Pemblokiran Aplikasi

Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Andi Rian menyatakan, pihaknya belum mengajukan pemblokiran terhadap aplikasi 19Love.me, sebab penyidik masih mendalami kasus itu.

“Kami masih dalam proses pengembangan sehingga belum ditutup,” ujarnya.

Penyidi kata dia, masih menelisik dugaan keterlibatan pelaku lain serta perputaran uang yang dihasilkan dari aplikasi itu.

“Kami sudah mendeteksi pelaku lain, karena ini tersebar di seluruh Indonesia. Tentunya ini tidak serta merta langsung kami tutup,” ucapnya.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dalam perkara perjudian dan pornografi berbasis aplikasi ini dikenakan Pasal 330 KUHP dan atau Pasal 45 ayat (1) dan (2) JO Pasal 27 ayat (1) dan (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE JO Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (***)

Baca juga: Indonesia Turun Kelas, Ini Untung dan Resikonya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post