Polres: Tidak Ada Premanisme dan Pungli Terorganisir di Parigi Moutong

Polres: Tidak Ada Premanisme dan Pungli Terorganisir di Parigi Moutong
Foto: Kabag Ops Polres Parigi Moutong, AKP Junus Achpah.
Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Kepolisian mengklaim tidak menemukan praktek premanisme dan Pungli terorganisir di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil pemetaan dan penyelidikan tim intelejen.

“Menindaklanjuti instruksi Presiden RI, kami telah tindak lanjuti dengan telah membentuk tim penanggulangan aksi premanisme dan Pungli. Sebanyak 25 personil, terbagi dibagai tim tindak, lidik dan sosialisasi atau pembinaan terhadap oknum masyarakat yang selama ini terindikasi sebagai pelaku premanisme,” ungkap Kabag Ops Polres Parigi Moutong, AKP Junus Achpah, di ruang kerjanya, Kamis 17 Juni 2021.

Di wilayah Parigi Moutong saat ini, tidak ada kelompok premanisme yang diidentifikasi menguasai wilayah. Dan memiliki kegiatan cenderung memaksakan kelompoknya atau dipakai oknum tertentu untuk menagih utang, aksi-aksi di pengelola parkir liar, terminal, pasar atau pusat perekonomian lainnya.

“Alhamdulilah di wilayah kita ini, hampir dikatakan terbebas dari kelompok premanisme terorganisir,” sebutnya.

Baca juga: Polisi Sudah Tangkap 49 Pelaku Pungli di Tanjung Priok

Tetapi ada yang tergolong dalam premanisme yang bersifat perorang, pribadi atau person, yang disebut preman kampung.

Mereka, bermunculan untuk melakukan aksinya pada pelaksanaan hajatan di kampung.

“Parkir liar termasuk dalam praktek premanisme dan Pungli, apabila dia memaksakan membayar, atau orang yang berprilaku seperti premanisme,” jelasnya.

Terkait dengan Pungli, sebelumnya telah terbentuk Saber Pungli di Parigi Moutong, yang telah berjalan dengan berbagai kegiatan seperti penindakan, penyelidikan, dan sosialisasi.

“Kegiatan di Saber Pungli sudah jalan, setiap hari kami laporkan ke Polda gabungan dengan Pemda Provinsi Sulawesi Tengah. Di Polres Saber Pungli itu dikomandoi oleh Waka Polres, di Pemda dipimpin langsung oleh Sekda dan Inspektorat,” ujarnya.

Polres Parigi Moutong sebelumnya telah melaksanakan penindakan terkait Pungli di tempat-tempat retribusi, seperti pos terpadu, pos gabungan dan pelayanan umum milik pemerintah. Sama halnya dengan aksi kejahatan jalanan, karena wilayah Parigi Moutong memiliki jalan yang cukup panjang.

Ia menghimbau kepada warga di Parigi Moutong, untuk melaporkan apabila terjadi aksi premanisisme dan Pungli, kejahatan jalanan yang mengatasnamakan kelompok atau perorangan.

“Langsung laporkan ke Polsek di wilayah masing-masing, atau menghubungi hotline 110 yang menjadi program terbaru Polri,” tutupnya.

Baca juga: Polisi Minta Warga Bantu Berantas Praktek Pungli di Sulawesi Tengah

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post