Jumat, Juni 25, 2021
Jangan Lupa Share

Polisi Tangkap Warga Pembawa Ratusan Liter Miras Oplosan di Sigi

Must read

Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Aparat kepolisian tangkap dua warga pembawa Miras oplosan di Sigi, Sulawesi Tengah.

“Keduanya ditangkap membawa Miras jenis saguer dan cap tikus di Jalan Poros Palu-Palolo, Kelurahan Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru,” ungkap Kasat Narkoba Polres Sigi, Iptu Jani Sagala, di Sigi, Rabu 26 Mei 2021.

Ia mengatakan, penangkapan kedua pembawa Miras oplosan di Sigi dilakukan sekitar pukul 11.30 Wita, Selasa 25 Maret 2021.

Dua warga pembawa Miras oplosan di Sigi itu menggunakan mobil Avanza warna putih. Mereka membawa sebanyak 12 jerigen berisi 300 liter.

“RC (22) warga beralamat di Jalan Kesadaran Palu Selatan, Kota Palu, sebagai pengemudi mobil itu,” sebutnya.

Baca juga: Setelah Petani, Giliran Sopir Truk Keluhkan Kelangkaan Solar di Parigi

Didapatkan barang bukti berupa sembilan jergen isi 30 liter dan tiga jergen isi 20 liter.

Selain RC, polisi juga berhasil menemukan warga lain pembawa Miras oplosan di Sigi. Ia membawa dua jerigen berisi 60 liter cap tikus.

Baca juga: Polisi Amankan Pria Luwuk Pembawa Miras Cap Tikus di Banggai

“Warga itu berinisial YA (60) warga Desa Baku-Bakulu, Kecamatan Palolo,” jelasnya.

Ia menyebut, barang bukti itu telah diamankan ke Mapolres Sigi. Pasalnya, pemiliknya tidak bisa memperlihatkan ijin, saat pemeriksaan petugas.

Baca juga: Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Dua Pengendara di Banggai

Tidak hanya itu, pemilik Miras Oplosan di Sigi juga turut diamankan guna pemeriksaan dan pembinaan untuk tidak menjualnya kembali.

Diketahui, peraturan perundang-undangan mengatur tentang Miras yaitu Pasal 204 KUHP.

Baca juga: Pelaku Pencurian 11 TKP Kota Palu Tertangkap di Konawe

Dalam pasal itu disebutkan, barangsiapa menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang, sedangkan sifat berbahaya itu tidak diberitahukannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Bila perbuatan itu mengakibatkan orang mati, maka yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun. (KUHP 35, 43, 206, 336, 338, 386, 486, 501).

Baca juga: 32 Orang Ikuti Assement Jabatan Eselon II Parigi Moutong

Laporan: Rafiq

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article