Banner Dinkes 2021 (1365X260)

Polisi Tangkap Sembilan Terduga Pelaku Perusakan Rumah Pendeta di Papua

Polisi Tangkap Sembilan Terduga Pelaku Perusakan Rumah Pendeta di Papua
Foto: Illustrasi aksi perusakan.

Berita nasional, gemasulawesi– Polres Yahukimo menangkap sembilan orang terduga pelaku perusakan rumah pendeta di Papua, Jumat 23 Juli 2021.

“Mereka masih dalam pemeriksaan intensif penyidik Polres,” ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, dalam keterangan, Sabtu 24 Juli 2021.

Anggota Polres Yahukimo dibantu Brimob BKO Polda Papua, amankan terduga pelaku perusakan rumah pendeta di Papua.

Baca juga: Satu Pendeta di Kota Palu Meninggal Positif Corona

Peristiwa terduga pelaku perusakan rumah pendeta di Papua melakukan aksinya, berawal saat masyarakat mengetahui telah terjadi pergantian kepala distrik Sumo, Yahukimo.

Kepala distrik Sumo, Yahukimo, berganti dari Niko Anabonin ke Deminus Kobak. Informasi ini diketahui terjadi pada Kamis 22 Juli 2021 sekitar pukul 19.00 WIT.

Namun, pergantian kepala distrik itu hanya melalui nota dinas. Alhasil, masyarakat pun merasa kecewa.

“Akhirnya, Jumat 23 Juli 2021, sekitar pukul 07.00 WIT, masyarakat mencari keberadaan warga bernama Joni Bahabol, dicurigai sebagai orang memasukkan nama Deminus Kobak untuk menjadi kepala distrik,” sebutnya.

Pada saat melakukan pencarian kata dia, masyarakat melihat saudara Joni Bahabol berada di rumah Pendeta Budi Bahabol. Dan pelaku perusakan rumah pendeta di Papua langsung melakukan aksinya.

Baca juga: Terkait Mangrove, Ketua DPRD Dukung Bupati Parigi Moutong

Pelaku lempar rumah kediaman bupati

Bukan hanya itu saja, masyarakat lantas menuju ke kediaman Bupati Kabupaten Yakuhimo untuk menanyakan perihal pergantian kepala distrik.

“Namun tiba-tiba kelompok masyarakat melakukan perusakan dengan cara melempari kaca rumah kediaman Bupati,” ucap Kamal.

Usai kejadian, polisi langsung mendatangi lokasi dan menangkap para pelaku.

Baca juga: Gempa 5,4 SR Mamuju Tengah Sulawesi Barat Makan Korban

Selain itu, polisi juga melakukan pendekatan dengan para tokoh masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Yahukimo.

“Kami cukup sayangkan atas sekelompok masyarakat itu, sebab mereka seharusnya tidak melakukan kekerasan, jika ada permasalahan alangkah baiknya, di kroscek serta tanyakan kepada pejabat yang berwenang,” ujarnya.

Diketahui, akibat kejadian itu diperkirakan kerugian materil sebesar Rp 250.000.000 dan tidak ada korban jiwa. (***)

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Remaja Pelaku Aniaya dan Perusakan di Banggai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post