Polisi Sita Miras Ratusan Liter Cap Tikus di Banggai

Polisi Sita Miras Ratusan Liter Cap Tikus di Banggai
Foto: Penyitaan Miras ratusan liter cap tikus di Banggai.
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Aparat kepolisian berhasil sita Miras ratusan liter cap tikus di Banggai, Provinsi Sulteng.

“Pelaku dan barang bukti dengan total 90 liter cap tikus ini sudah kita amankan guna dimintai keterangan lebih lanjut,” ungkap Kapolsek Batui Iptu IK Yoga Widata, di Banggai, Rabu 21 Juli 2021.

Polisi sita Miras ratusan liter cap tikus di Banggai dalam 50 kantong ukuran satu liter. Dan dua jeriken ukuran 20 liter cap tikus berasal dari Kecamatan Pagimana.

Baca juga: Polisi Amankan Pria Luwuk Pembawa Miras Cap Tikus di

Di Kecamatan Batui, tepatnya di Desa Honbola, pasangan suami-istri diamankan karena terbukti menjual miras cap tikus.

Ia mengungkapkan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, salah seorang warga di Desa Honbola berinisial YK (71) sering menjual miras cap tikus.

“Pada malam itu kita langsung menggeledah rumah pelaku, tetapi tidak ditemukan barang bukti,” sebut Iptu Yoga di Banggai.

Baca juga: Polisi Amankan Pria Luwuk Pembawa Miras Cap Tikus di

Pihaknya terus melakukan penyelidikan. Kemudian pada Rabu 21 Juli 2021, pihaknya kembali mendapatkan informasi pelaku menyimpan Miras miliknya di rumah salah seorang berinisial YP warga di Desa Honbola.

“Di dalam rumah YP ditemukan 16 kantong miras disimpan dalam tas warna hitam dan disembunyi di sudut rumah,” ujar Iptu Yoga.

Dari hasil interogasi, ia mengakui barang bukti minuman terlarang itu adalah milik YK yang sengaja dititipkan untuk mengelabui petugas jika sewaktu-waktu terjadi penggeledaan.

“Pelaku akhirnya mengakui miras itu adalah miliknya didapatkan dari Kecamatan Bunta,” ujar Yoga.

Miras cap tikus dalam jeriken

Cap tikus itu, dibeli seharga Rp 500 ribu dalam satu jeriken ukuran 30 liter, kemudian diedarkan kembali bersama istrinya dalam kemasang kantong plastik dengan harga Rp 25 ribu.

“Dari hasil penjualan minuman keras, pelaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp 300 ribu. Setelah habis terjual pelaku akan kembali memesan barang terlarang itu dan kirim menggunakan mobil angkot,” tutur Yoga.

Sementara itu, Kapolsek Luwuk AKP Pino Ary menyebut pengedar masih mencoba melakukan berbagai cara menyelundupkan minuman terlarang masuk ke Kota Luwuk.

Termasuk membawa Minuman keras ratusan liter cap tikus di Banggai, menggunakan kendaraan mini bus.

“Namun kami akan selalu berupaya agar para aksi pengedar minuman keras ini tidak masuk dan untuk mengedarkan minuman beralkohol di wilayah hukum Polsek Luwuk,” tutup Pino.

Baca juga: Polsek Pagimana Gagalkan Penyelundupan 200 Liter Miras

Laporan: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post