Polisi Semprot Disinfektan Bubarkan Kerumunan Warga di Rembang

waktu baca 2 menit
Foto: Kerumunan warga di Cafe dan Tempat Makan.

Berita nasional, gemasulawesi– Aparat kepolisian gunakan semprotan disinfektan saat bubarkan kerumunan warga di Rembang, karena melanggar jam malam.

“Petugas sengaja menyemprotkan cairan desinfektan kepada mereka nekat nongkrong melebih batas jam malam, pukul 20.00 WIB,” ungkap Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre, Sabtu 4 Juli 2021.

Ia mengatakan, itu merupakan langkah penerapan PPKM Darurat hari pertama di Rembang.

Masih saja ada warga tidak mengindahkan himbauan penerapan PPKM darurat. Bahkan himbauan dilakukan sebelum operasi dilakukan.

“Kami sudah sosialisasi himbauan sejak pagi dan siang,” sebutnya.

Baca juga: Pemerintah Kota Palu Kembali Gelar Operasi Yustisi

Ia menyebut, selain bertujuan untuk membubarkan kerumunan warga di Rembang semprotan desinfektan juga untuk membunuh covid 19.

Ia mengaku, masih ada beberapa warung lakukan aktivitas dan ada kerumunan warga di Rembang masih makan, sempat dibubarkan.

Baca juga: BPBD: Kolaborasi Lintas Sektor Antisipasi Bencana di Parigi Moutong

“Kami bertindak secara tegas, tapi tidak arogan. Ini himbauan, jam 8 sudah selesai aktivitasnya,” tuturnya.

Dia menegaskan, jika masih membandel atas kebijakan PPKM Darurat, khususnya kerumunan warga di Rembang, akan dikenai pidana.

Baca juga: Disdikbud: Guru Penggerak Parigi Moutong Bisa Jadi Inspirasi

Ia pun tak segan untuk meringkus oknum melawan kebijakan, diproses secara hukum. Untuk menekan kerumunan warga di Rembang.

“Kita akan tegas, memproses sesuai Undang-Undang yang berlaku. Masyarakat yang melawan kami dari kepolisian akan menggunakan Pasal KUHP 212 dan 218 dalam proses penegakan hukumnya,” terangnya.

Baca juga: Banggai Siapkan RS Darurat Jika Kasus Covid 19 Membludak

Kasatpol PP Rembang, Waluyo menyebut, selain membubarkan kerumunan, Pemkab Rembang juga telah menerbitkan SE Bupati yang melarang operasional tempat hiburan seperti kafe karaoke.

“Sudah ada satu kafe karaoke yang kami tutup. Ini juga kita sudah menyasar 1 kafe lagi karena membandel. Sepengetahuan kami, yang lain sudah menurut aturan ini. Namun demikian, kita akan tetap patroli terhadap kafe karaoke karena tegas, tidak boleh operasi,” tutupnya. (**)

Baca juga: Longsor, Jalur Trans Sulawesi Tengah Palu-Kulawi Terputus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.