Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa di GBK

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa di GBK
Foto: Illustrasi pemukulan.

Gemasulawesi– Polisi mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan pengeroyokan mahasiswa di GBK, Jakarta Pusat. Dari laporan mahasiswa diketahui bernama Zaelani korban dari tindakan Satpam.

“Korban telah membuat laporan polisi pada Sabtu 31 Juli 2021 lalu. Saat ini kami tengah melakukan penyelidikan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardhana saat di konfirmasi, Senin 2 Agustus 2021.

Laporan pengeroyokan mahasiswa di GBK itu teregister dengan nomor LP/B/997/VII/2021/SPKT/Polres Metro Jakpus/Polda Metro Jaya.

Baca juga: Petugas Gagalkan Penyelundupan Sabu ke Lapas Parigi

Berdasarkan laporan itu pihaknya telah memeriksa tiga saksi untuk dimintai keterangan terkait dugaan pengeroyokan itu.

Selain itu, korban juga telah menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Dalam kasus pengeroyokan mahasiswa itu, terduga pelaku Satpam GBK dapat dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP penganiayaan.

“Pelaku pengeroyokan jika nanti terbukti dapat terjerat kedua pasal itu,” ungkapnya.

Diketahui, dugaan pengeroyokan mahasiswa itu terjadi saat korban menjalani proses vaksinasi covid19.

Peristiwa bermula saat korban hendak meminta sertifikat vaksin. Saat itu korban bertanya pada salah seorang Satpam GBK.

Namun, saat bertanya kepada Satpam di lokasi, korban disebut mendapat jawaban kurang kooperatif. Hingga akhirnya berujung pada perdebatan dan pemukulan.

Baca juga: Ini Tiga Jalur Tempuh Untuk Dapat Memiliki Sertifikat Tenaga Pendidik

Awal mula pengeroyokan terkait sertifikat vaksin Covid19

Sebelumnya, kasus dugaan pengeroyokan itu terjadi pada Jumat 30 Juli 2021. Saat itu korban mendatangi sentra vaksinasi di GBK untuk meminta sertifikat vaksin Covid19.

Pengacara Zaelani, Rezekinta Sofrizal Nasution mengatakan, kliennya sempat menghubungi nomor hotline terkait informasi sertifikat vaksin Covid19 itu.

Dari pihak petugas hotline lalu mengarahkan kleinnya untuk meminta ke tempat dia mendapatkan vaksin.

Kliennya lalu mendatangi sentra vaksinasi GBK tempatnya mendapatkan vaksin Covid19. Namun di sana kliennya tidak mendapatkan kejelasan perihal sertifikat itu.

Zaelani lalu didatangi enam petugas Satpam di lokasi. Setelah sempat berselisih paham, kliennya dipukul dan diintimidasi para Satpam di lokasi.

“Jadi memang perasaan dia ada mukul satu. Jadi dipukul sekali pelipisnya langsung keluar darah dan keluar darah juga dari hidung. Yang lainnya ada melempar pakai handphone tapi dia sempat menghindar,” kata dia saat dihubungi.

Zaelani lalu dibawa ke pos sekuriti setempat. Di sana dia kembali diintimidasi dan diminta menandatangani surat perdamaian. (***)

Baca juga: Kartu Vaksinasi Jadi Syarat Perjalanan Saat PPKM Darurat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post