2Banner GIF 2021

Polisi Selidiki Aliran Dana Pinjol Ilegal Libatkan WN China di Kalsel

Polisi Selidiki Aliran Dana Pinjol Ilegal Libatkan WN China di Kalsel
Foto: Press con Polres Kotabaru. Polisi Selidiki Aliran Dana Pinjol Ilegal Libatkan WN China di Kalsel

Gemasulawesi– Kepolisian  lakukan penyelidikan aliran dana kasus pinjaman online atau Pinjol ilegal libatkan Warga Negara Asing (WNA) asal China berinisial SM.

“Kantor jasa penagihan pinjol itu digerebek Satuan Reserse Kriminal (Satreksrim) Polres Kotabaru, Selasa 19 Oktober 2021. SM telah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kapolres Kotabaru, AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar, Rabu 27 Oktober 2021.

Menurut dia, perusahaan itu menyewa sebuah rumah tiga lantai di Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru.

Baca juga: Kemensos Ubah Mekanisme Pendistribusian Bansos di Kalsel

Dia menuturkan, kepolisian masih melakukan penyidikan lebih jauh terhadap perusahaan itu pada kasus aliran dana Pinjol ilegal libatkan WN China.

Penyidikan ini bermaksud untuk mengetahui apakah perusahaan itu juga mengalirkan dana ke nasabah, atau hanya sekadar sebagai jasa penagihan Pinjol saja.

“Kami akan berkoordinasi dengan Bareskrim Polri, Ditreskrimsus Polda Kalsel dan instansi otoritas keuangan untuk melacak terkait aliran dananya. Ini memerlukan waktu, tapi kami akan infokan perkembangannya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalsel Irjen Rikwanto mengatakan, SM berperan sebagai konsultan.

Selain SM, polisi juga menetapkan dua orang lain sebagai tersangka. Mereka adalah DU dan KH.

“Tiga orang yang kita tetapkan sebagai tersangka, seorang di antaranya WNA asal China yang berperan sebagai konsultan,” ucapnya.

Baca juga: Kejari Poso Sulteng Selidiki Aliran Dana Covid19

Polisi menetapkan tiga orang itu sebagai tersangka setelah melakukan penyelidikan selama beberapa hari.

Rikwanto menjelaskan, perusahaan penagihan pinjol itu merekrut puluhan operator.

Mereka bertugas menghubungi para nasabah atau peminjam yang kreditnya macet.

Baca juga: Sindikat Manfaatkan Warga Miskin Jadi Pengedar Narkoba di Kalsel

Para operator, kata dia, melakukan penagihan dengan cara yang baik sampai dengan kasar dan tak jarang disertai ancaman.

“Perusahaan itu merekrut 35 karyawan atau operator, tugasnya menagih pinjaman yang macet,” ujarnya.

Dia pun menuturkan, perusahaan Pinjol itu memilih Kabupaten Kotabaru sebagai lokasi bekerja karena jauh dari perhatian.

“Mereka memilih Kotabaru karena jauh dari perhatian,” tutupnya. (***)

Baca juga: Dirtipideksus Polri Kejar Dua Pelaku Pinjol Ilegal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post