Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Polisi Dalami Kasus Jemput Paksa Jenazah Covid19 Libatkan Camat

Polisi Dalami Kasus Jemput Paksa Jenazah Covid19 Libatkan Camat
Foto: Kabag Ops Polres Parigi Moutong Yunus Achpah.

Gemasulawesi- Polisi mulai mendalami kasus jemput paksa jenazah Covid19 di Puskesmas Ampibabo, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Sejumlah saksi telah diperiksa dalam penyelidikan kasus melibatkan oknum Camat Ampibabo.

“Kami sedang melakukan penyelidikan, karena berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, tindakan Camat sebagai aparatur pemerintah tidak seharusnya seperti itu,” ungkap Kabag Ops, Polres Parimo, AKP. Junus Achpah saat dihubungi, Jumat 30 Juli 2021.

Dia menilai, tindakan Camat memberikan contoh buruk kepada masyarakat Parimo. Padahal, tindakan itu tidak semestinya dilakukan, ditengah upaya penanganan dan pencegahan Covid19 tengah dilakukan pemerintah.

Baca juga: Oknum Camat Jemput Paksa Jenazah Covid19 di Ampibabo

Junus mengatakan, Reskrim Polres Parimo telah minta keterangan sejumlah saksi kasus jemput paksa jenazah covid19.

Seperti pihak Puskesmas Ampibabo, serta Tim Satgas penanganan Covid19. Hanya saja, ia tidak mengetahui pasti berapa jumlah saksi yang telah diperiksa.

“Yang pasti sudah ditangani kasus itu,” ujarnya.

Bahkan, pihaknya telah membentuk tim untuk menangani dan mendalami kasus jemput paksa jenazah covid-19 di Kecamatan Ampibabo itu.

“Tim dibentuk itu untuk mengungkap kasus itu,” tuturnya.

Baca juga: Jenazah Korban Tambang Buranga Bertambah, Total Enam Ditemukan

Satgas kabupaten sayangkan Tindakan camat

Ditempat terpisah, juru bicara Tim Satgas penanganan Covid19 Parimo, Irwan mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan tindakkan Camat Ampibabo. Sebab yang bersangkutan merupakan bagian dari Tim Satgas penanganan Covid19, di wilayah kecamatan.

“Kami berharap hal ini tidak terjadi lagi, karena Camat merupakan ketua Tim Satgas Covid19 di kecamatan,” ujarnya.

Menurut dia, tindakan tenaga kesehatan terhadap pasien di Puskesmas Ampibabo, dinilainya telah sesuai dengan prosedur penanganan medis. Hal serupa juga dilakukan terhadap pasien dengan gejala Covid19.

Sementara itu, Camat Ampibabo, Andy Syarif mengaku, perbuatannya malam itu, tidak bermaksud mengabaikan protokol kesehatan. Sebab, tindakan itu tidak akan mungkin dilakukannya, tanpa desakan.

Almarhum H. Harmin merupakan kakak sepupunya. Sehingga, ketika diketahui pasien meninggal dunia, keluarga langsung menghubunginya. Mereka mendesaknya, untuk membawa pulang jenazah agar pemakaman tidak dilakukan dengan ketentuan Covid19.

Syarif juga menyebutkan, ada semacam tekanan dilakukan terhadap keluarga almarhum, sehingga mereka mengalami ketakutan.

“Sehingga, malam itu saya katakan sudahlah, ini keluarga saya bawa pulang walaupun dalam keadaan Covid19. Alhamdulilah, dengan keluarga saya makamkan malam itu juga, walaupun tidak secara Prokes,” ungkapnya.

Jika akibat desakan keluarga itu, berujung menjadi sebuah kesalahan untuknya, dia mengaku siap menerima sesuai ketentuan.

“Mungkin taruhan jabatan saya tidak apa, yang penting jenazah keluarga ini, saya bawa pulang,” tutupnya.

Baca juga: Jemput Jenazah Covid19, Camat Ampibabo: Itu Spontan

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post