Polisi Bekuk Pelaku Pengeboman Ikan di Bangkep, Sulawesi Tengah

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi pengeboman ikan.

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Aparat kepolisian berhasil bekuk pelaku pengeboman ikan di Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah.

“Pelaku penangkapan ikan menggunakan bahan peledak berinisial US (42) merupakan warga Desa Tatalakai, Salakan, Kecamatan Tinangkung Utara,” ungkap Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto di Kota Palu, Senin 28 Juni 2021.

Ia mengatakan, jajaran Ditpolairud Polda Sulawesi Tengah berhasil menangkap satu pelaku pengeboman ikan itu.

Penangkapan pelaku pengeboman ikan dilakukan berdasarkan laporan polisi nomor LP/A/190/VI/2021/Spkt.Ditpolairud/Polda Sulteng, tanggal 22 Juni 2021.

Baca juga: Vaksinasi Massal Morowali Utara, Target Seribu Orang Per Hari

Sementara itu, Dirpolairud Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Indra Rathana menjelaskan, barang bukti dari pelaku pengeboman ikan telah diamankan.

Baca juga: Tiga Puskesmas di Parigi Moutong Resmi Beroperasi

Ia menjelaskan, barang bukti berupa satu mesin ketinting, satu kompresor, rol selang, dua kacamata selam, dua sepatu katak dan dua jaring pengumpul ikan.

Baca juga: Tim SAR Temukan Nelayan Hilang di Tomini, Parigi Moutong

“US terancam Pasal 85 Jo pasal 9 (a) UU No 41 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 2001 tentang perikanan dan atau pasal 100 B UU No 11 tahun 2020,” terang Indra.

Baca juga: Gempa di Kabupaten Bangkep Berpotensi Tsunami

Dari ancaman hukuman itu, US akan diganjar kurungan penjara paling lama lima tahun dan denda sebanyak Rp2 miliar.

Baca juga: Polisi Selidiki Insiden Penembakan Nelayan di Morowali

Menurutnya, perbuatan US pelaku pengeboman ikan akan berdampak pada kehidupan di bawah air dan ekosistem terumbu karang.

Baca juga: Polairud Parimo Belum Bisa Tangkap Pelaku Pengeboman Ikan

Diketahui, ekosistem terumbu karang merupakan sebuah bagian daerah yang memiliki areal perairan laut dalam wilayahnya.

Baca juga: Pakai Bom Ikan, Polsek Tomini Parigi Moutong Amankan Enam Nelayan

Ancaman resiko cacat dan kematian mungkin bisa terjadi. Dan permasalahan masyarakat nelayan, dimana nelayan tradisional semakin kesulitan mencari ikan karena sumber daya ikan lama-lama menipis.

Baca juga: Polres Palu Tingkatkan Pengamanan Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar

Laporan: Rafiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.