Minggu, April 11, 2021

Polisi Bekuk Napi Tamping Pengedar Sabu di Lapas Kelas II B Luwuk

Ditemukan 26 Sachet Kristal Bening

Must read

Berita banggai, gemasulawesi– Aparat Satuan Narkoba Polres membekuk seorang Narapidana (Napi) pengedar Narkoba jenis sabu di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas II B Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah.

“Napi berinisial BL Alias B (29) ditangkap sekitar pukul 15.00 Wita, Rabu 24 Maret 2021,” ungkap Kasat Narkoba Polres Banggai Iptu Makmur, Kamis 25 Maret 2021.

Ia mengatakan, BL pengedar sabu di Lapas Kelas II B Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah, menjalani hukuman sejak tahun 2018 dan berstatus sebagai tahanan tamping.

BL dibekuk di pencucian kendaraan bermotor Lapas Kelas II B Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah, lantaran kedapatan memiliki Narkoba jenis sabu-sabu.

“Anggota mendapat informasi di pencucian Lapas Luwuk sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu, yang dilakukan seorang Napi tamping. Ia bekerja sebagai pencuci motor,” jelasnya.

Atas informasi itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan penangkapan saat pelaku sedang berada di pencucian kendaraan bermotor.

Dalam penggeledahan ditemukan puluhan sachet plastik bening berisikan kristal bening yang diduga Narkoba jenis Sabu.

“Barang bukti yang ditemukan sebanyak 26 sachet di dalam sebuah tas pinggang warna hitam,” sebutnya.

Napi yang divonis hakim tujuh tahun atas kasus pencabulan ini langsung digelandang ke Mapolres Banggai bersama barang bukti sabu dengan berat bruto 5,78 gram itu guna proses hukum lebih lanjut.

Berikut penjelasan Undang-Undang terkait penyalahgunaan Narkoba.

Pasal 114 UU Narkotika

Untuk Narkotika Golongan I, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun. Dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah.

Pasal 119 UU Narkotika

Untuk Narkotika Golongan II, pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua belas tahun. Dan pidana denda paling sedikit delapan ratus juta rupiah dan paling banyak delapan miliar rupiah.

Pasal 124 UU Narkotika

Untuk Narkotika Golongan III, pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama sepuluh tahun. Dan pidana denda paling sedikit enam ratus juta rupiah dan paling banyak lima miliar rupiah.

“Kasus ini masih akan kita kembangkan guna mengetahui asal barang haram ini,” tutupnya.

Baca juga: Tahanan Kejari Parigi Moutong di Lapas Palu Kabur

Laporan: Rahmat

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img