Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Polisi Amankan Pemuda Pelaku Cabul di Majene

Polisi Amankan Pemuda Pelaku Cabul di Majene
Foto: Polisi amankan terduka Pelaku Cabul di Majene.

Gemasulawesi– Seorang pemuda berinisial A (22) terduga pelaku cabul di Majene diamankan Polres Majene. Ia diduga melakukan aksinya kepada seorang bocah perempuan berumur 10 tahun di kebun kelapa.

“Kasus itu terjadi 26 Agustus 2021 di kebun kelapa, Dusun Sumakuyu, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene,” ungkap Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian, saat menggelar press release di Mapolres Majene, Kamis 2 September 2021.

Kasus terduga pelaku cabul di Majene itu berdasarkan laporan LP /105/VIII/2021/SPKT/Res Majene/Polda Sulbar, tanggal 29 Agustus 2021.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Manado

Ia menjelaskan, Awalnya bermula saat korban dan kedua temannya diajak jalan jalan kebun kelapa terduga pelaku.

Kemudian saat akan melakukan aksi bejatnya, korban di iming-imingi uang sebesar Rp. 15.000 Rupiah dan kedua temannya jika membantu mencari buah kelapa.

Baca juga: Minyak Kelapa Sawit Diklaim Sumbang Devisa USD 15 Miliar

Namun saat ada kesempatan, terduga pelaku sengaja membawa korban menjauh dari kedua temannya dan melancarkan aksinya itu.

Ia berusaha memasukkan alat kelamin pelaku ke kelamin korban. Namun, karena korban merasa kesakitan pelaku kemudian membatalkan niatnya.

Baca juga: Polisi Banggai Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Baca juga: Wabup Ancam Sanksi Kepsek Diduga Main Tambang Emas Ilegal

Pelaku beri uang Rp5 ribu ke korban agar tutup mulut

Untuk menghilangkan jejak kejahatannya, pelaku pun memberikan uang Rp. 5.000 (Lima Ribu Rupiah) agar tidak menceritakan kejadian itu kepada siapapun,” ungkap AKBP Febriyanto.

Baca juga: Minyak Kelapa Kampung Premium, Industri Parimo ‘Go Nusantara’

Baca juga: Kemensos: Banyak Daerah Tidak Aktif Lakukan Pemutakhiran DTKS

“Parahnya lagi korban menjadi pemuas nafsu bejat terduga pelaku merupakan keluarga dekat atau sepupu,” lanjut Febriyanto.

Akibat perbuatan terduga pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat (1) jo pasal 76e UURI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun,” kunci febriyanto. (***)

Baca juga: Total 100 Ha Program Peremajaan Kelapa di Parimo

Baca juga: THE World University Rangkings 2020: Universitas Hasanuddin, Terbaik di Luar Pulau Jawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post