Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Polisi Amankan Istri Siram Minyak Goreng Panas ke Suami

Polisi Amankan Istri Siram Minyak Goreng Panas ke Suami di Bima
Foto: Illustrasi minyak panas.

Gemasulawesi– Siram minyak goreng panas ke suami, satu wanita berinisial RS (40) warga Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima diamankan polisi.

“Pelaku aniaya suaminya sendiri. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 31 Juli 2021 sekitar pukul 16.30 Wita,” ungkap Kapolsek Madapangga, Iptu Ruslan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 31 Juli 2021.

Peristiwa di Bima itu dipicu lantaran si istri kesal dengan suaminya.

Baca juga: Istri Pergoki Perwira Polda Jateng Selingkuh di Dalam Mobil

Pelaku merasa kesal yang meminta untuk digorengkan ikan. Tidak lama berselang pergi ke dapur untuk menggoreng ikan.

Sesaat kemudian, pelaku tiba-tiba saja menghampiri korban dengan membawa wajan berisi minyak goreng panas.

Pelaku lalu siram minyak goreng panas ke tubuh suaminya. Saat kejadian, sang suami sedang terbaring sembari menunggu waktu makan sore.

“Berdasarkan keterangan anak kandung korban, pemicu peristiwa itu gara-gara korban meminta supaya pelaku goreng ikan. Saat korban baring, pelaku tiba-tiba datang menyemburkan minyak goreng ke suaminya,” sebutnya.

Tetangga korban, Anwar dengan luka melepuh langsung dilarikan ke Puskesmas Madapangga.

Setelah kejadian itu, pihak keluarga korban langsung melapor pelaku ke kepolisian. Karena tidak menerima perbuatan istrinya.

“Tidak lama mendapat laporan itu, anggota langsung turun ke TKP sekaligus mengamankan pelaku. Kemudian digiring ke Mako Polres Bima,” jelasnya.

Baca juga: Fenomena Gelombang Panas, Lapisan Es Greendland Mencair Dua Kali Lipat

Korban alami luka melepuh di wajah dan tubuhnya

Akibat perbuatan istrinya, korban mengalami luka melepuh pada wajah dan sekujur tubuhnya. Korban saat ini menjalani perawatan medis, karena mengalami luka cukup serius.

Sebelumnya, Psikolog yang juga Direktur Minauli Consulting Medan, Irna Minauli, mengatakan pada kenyataannya kekerasan dapat juga terjadi dari istri terhadap suami, dan dari anak terhadap orang tuanya.

“Selama ini orang kebanyakan beranggapan kekerasan dalam rumah tangga hanya terjadi pada suami terhadap istri,” ujarnya.

Minauli menjelaskan, kekerasan fisik dilakukan istri terhadap suami tergolong langka. Pasalnya, secara fisik laki-laki lebih kuat dibandingkan perempuan. Kekerasan fisik biasanya terjadi ketika suami lebih lemah dibandingkan istri Misalnya, karena mengalami kelumpuhan.

“Kondisi seperti ini biasanya menimbulkan frustasi pada istri,” tutupnya. (***)

Baca juga: Parigi Moutong Berlakukan Identifikasi Wajah Peserta SKB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post