Polemik SE Wajib Vaksin, Disdikbud Parigi Moutong Lakukan Revisi

waktu baca 2 menit
Kabid Manejemen SD Dikbud Parigi Moutong, Ibrahim.

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Polemik tentang Surat Edaran (SE) penuntasan percepatan wajib vaksin khususnya bagi peserta didik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, merevisi surat edaran Bupati tentang percepatan vaksinasi.

Siswa yang tidak menerima vaksin dosis satu dan dua dilarang menerima ijazah dan laporan hasil belajar, menyusul pertemuan dengan Ombudsman yang meminta klarifikasi pada poin enam.

Menyampaikan hasil rapat dengan Ombudsman Sulawesi Tengah terkait permintaan klarifikasi polemik Surat Edaran (SE) Bupati Parigi Moutong tentang Percepatan Penyelesaian wajib Vaksin Covid-19 Bagi Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Siswa pada poin enam.

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar, Ibrahim, menyampaikan bahwa Ombudsman tidak bermaksud menghalangi Pemerintah Parigi Moutong untuk mempercepat vaksinasi, hanya saja polemik di kalangan wali murid dan anggapan anak-anak tidak diberikan haknya sebagai peserta didik.

Baca: Penganiayaan Wanita di Makassar Viral, Polisi Amankan Pelaku di Poso

“Kami sudah memberikan penjelasan terkait kondisi pertama saat surat edaran itu dikeluarkan,” ungkapnya saat dihubungi, Minggu 19 Juni 2022.

Dalam surat edarannya, pihaknya mengaku memiliki kewajiban untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa dan guru saat divaksinasi.

Menurut dia, dalam pertemuan itu Dikbud dan ombudsman mencapai kesepakatan, yang menurutnya Pemkab Parigi Moutong bisa menerbitkan kembali surat edaran tersebut sesuai dengan kondisi saat ini.

Ia menambahkan, Pemkab telah mengeluarkan surat edaran tentang vaksinasi Covid-19 terbaru bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa dalam mengadaptasi pembelajaran di masa pandemi.

“Dalam surat edaran terakhir, selalu sesuai kesepakatan dengan Ombudsman, dicantumkan poin untuk orang tua/wali siswa yang punya pilihan, anak yang sudah divaksinasi minimal satu dosis bisa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) dan pembelajaran jarak Jauh (PJJ) untuk anak yang belum divaksinasi,” tutupnya. (*Ikh)

Baca: Gakkum KLHK Tahan Pemilik Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.