Polemik Ijazah Ditahan, Ini Penjelasan Disdikbud Parigi Moutong

waktu baca 2 menit

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Polemik terkait pengambilan Ijazah dan Rapor, Kepala Bidang Management Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, menjelaskan bahwa tidak ada lagi penahanan setelah ada surat edaran terbaru.

Hal itu diungkapkan Ibrahim Kepala Bidang Managemen Sekolah Dasar (SD) saat ditemui Selasa 19 Juli 2022.

“Kemarin adanya laporan terkait sekolah di kawasan Parigi dan Eks Parigi yang melakukan penahanan dan semua sekolah yang bersangkutan sudah kami telusuri, Namun tidak ada sekolah yang melakukannya,” ucap Ibrahim saat ditemui Selasa 19 Juli 2022.

Ia menjelaskan terkait polemik ijazah dan rapor ditahan, dengan adanya Surat Edaran terbaru bagi siswa yang belum divaksinasi hingga tahun ajaran baru. Sekolah harus mengeluarkan ijazah dan rapor itu.

Baca: Bupati Parigi Moutong Rombak Kabinetnya, Berikut Namanya

Ia mengaku, aturan tersebut para siswa diberikan waktu tunggu selama dua minggu bagi, sebagaimana tertuang dalam surat edaran menyatakan awal tahun ajaran baru.

“Siswa hanya punya waktu dua minggu untuk menunggu, dan sekolah kami memeriksa satu per satu, tidak ada yang berhenti,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika masih ada sekolah di Parigi Moutong yang menahan ijazah dan sertifikat serta tidak mematuhi edaran terbaru, pihaknya akan memberikan surat peringatan.

Ibrahim mengatakan, kami berharap sekolah yang masih menyimpan ijazah dan rapor akan memberikan nama dan alamat sekolah kepada kami. (*/Ikh)

Baca: Status Siaga, Gunung Anak Krakatau Erupsi Tujuh Kali

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.