Polda Sulteng dan Korem 132 Tadulako Salurkan Sembako

waktu baca 2 menit
Polda Sulteng dan Korem 132 Tadulako Salurkan Sembako (Foto: Aldi)

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Polda Sulteng bersama Korem 132/ Tadulako Palu menyalurkan bantuan sembako dalam kegiatan bakti sosial.

“Hal itu dilakukan guna meringankan beban warga di tengah pandemi virus corona,” ungkap Kapolda Sulteng, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, saat pelepasan bantuan sembako di Mako Polda Sulteng, Jumat 25 September 2020.

Bantuan sembako yang disalurkan Polda Sulteng dan Korem 132/ Tadulako itu, melibatkan komunitas otomotif Pajero Indonesia One atau PIONE Tadulako.

Ia sangat berterima kasih kepada pihak yang terlibat, sehingga kegiatan itu bisa terselenggara dengan baik.

“Semoga, kegiatan ini dapat bermanfaat bagi warga yang terdampak virus corona. Sehingga, bisa meringankan kehidupan mereka sehari-hari,” tuturnya.

Ia juga berharap bisa bersinergi secara baik dengan pihak Korem 132/Tadulako maupun komunitas Pione Tadulako untuk terus perduli terhadap sesama yang terdampak virus corona.

Selain itu, ia juga mengajak kepada seluruh warga di Provinsi Sulawesi tengah khususnya Kota Palu agar terus menerapkan protokol kesehatan.

“Tujuannya, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, diantaranya mencuci tangan dan memakai masker,” terangnya.

Kemudian, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, Polda dan Korem melaksanakan bakti sosial. Sekaligus memberikan bantuan sembako bagi warga terdampak virus corona.

Baca juga: Bertambah Enam Kasus Baru Corona Sulawesi Tengah

Ia menuturkan, bantuan sembako yang disalurkan adalah sebanyak 400 karung beras, untuk panti asuhan.

Penyaluran bantuan sembako untuk warga itu secara simbolis dilepas Kapolda Sulteng Irjen Pol Drs Abdul Rakhman Baso didampingi Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, MA.

Sementara itu, terkait wabah virus corona Pemprov menyebut syarat wajib tes PCR atau polymerase chain reaction agar bisa masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai berlaku 28 September 2020.

“Kami memperketat mobilisasi pelaku perjalanan yang ingin masuk ke wilayah Provinsi Sulteng,” ungkap Gubernur Sulteng Longki Djanggola.

Ia mengatakan, pelaku perjalanan dari luar daerah wajib memiliki bukti administrasi telah melakukan tes PCR.

Hanya yang memiliki tes negatif diperbolehkan masuk ke wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kebijakan wajib tes PCR tidak berlaku bagi warga lokal yang melakukan perjalanan antar daerah di dalam wilayah Provinsi Sulteng,” tuturnya.

Kebijakan itu kata dia, merupakan langkah untuk mengendalikan penyebaran pandemi virus corona. Diketahui, salah satu penyebabnya adalah warga dari perjalanan luar daerah membawa virus.

Ia menambahkan, kebijakan itu mesti dijalankan. Tujuannya, untuk menekan bertambahnya kasus positif virus corona yang sedang mengalami tren peningkatan sejak beberapa minggu terakhir ini.

Hukuman Mati Menanti Pelaku Penganiayaan Berat di Sienjo

Laporan: Aldi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.