2Banner GIF 2021

PMI Surabaya Pecat Pegawai Perjualbelikan Plasma Konvalesen

PMI Surabaya Pecat Pegawai Perjualbelikan Plasma Konvalesen
Foto: Illustrasi plasma konvalesen. PMI Surabaya Pecat Pegawai Perjualbelikan Plasma Konvalesen.

Gemasulawesi– Salah satu pegawai Palang Merah Indonesia Surabaya, bernama Yogi Agung Prima Wardana dipecat, karena didakwa perjualbelikan plasma konvalesen bagi pasien covid19, seharga jutaan rupiah.

“PMI Surabaya telah melakukan pemecatan terhadap Yogi Agung Prima Wardana secara tidak hormat,” ungkap Wakil Ketua PMI, Kota Surabaya, Tri Siswanto saat dikonfirmasi, Rabu 27 Oktober 2021.

Dia menyebut, Yogi Agung Prima Wardana adalah pegawai outsourcing di Unit Donor Darah (UDD) PMI Surabaya.

Baca juga: PMI Sediakan Jasa Jemput-Antar Donor Plasma Konvalesen

Menurut dia, pemecatan terhadap yang bersangkutan terjadi perjualbelikan plasma konvalesen ini mulai dibongkar Ditreskrimum Polda Jatim, Agustus lalu.

“Dia (Yogi) bukan karyawan, masih outsourcing dan diberhentikan langsung,” kata dia.

Sementara dua terdakwa lain yang membantu Yogi dalam menjual plasma konvalesen, yakni Bernadya Anisah Krismaningtyas dan Mohammad Yusuf Efendi, mereka bukanlah pegawai PMI. Ia mengaku tidak mengenal keduanya.

“Yang Yogi aja, yang lainnya saya nggak ngerti mereka siapa” ujarnya.

Atas kejadian ini, pihak PMI Surabaya pun bakal bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan.

Pihaknya menginginkan kejadian yang merugikan PMI, pasien dan penyintas covid19 ini kembali terulang.”Kami kerja sama dengan kepolisian untuk mengawasi,” ucapnya.

Dia juga meminta agar jajaran PMI di Surabaya, serta unit-unitnya untuk lebih selektif dalam menerima pegawai. Sebab aksi yang dilakukan terdakwa dalam kasus itu, telah mencoreng nama institusinya.

Sebelumnya, tiga petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya didakwa terlibat jual beli plasma konvalesen bagi pasien covid19. Ketiganya didakwa mencari keuntungan jutaan rupiah dari praktik itu.

Mereka adalah Yogi Agung Prima Wardana, Bernadya Anisah Krismaningtyas dan Mohammad Yusuf Efendi. Ketiganya menjalani sidang dakwaan, Kamis 21 Oktober lalu.

Tiap plasma darah konvalesen, mereka jual dengan harga jutaan rupiah ke pasien covid19 yang membutuhkan. Harga yang dipatok berkisar Rp2,5 juta, Rp3 juta sampai Rp5 juta rupiah.

Atas aksinya Yogi, Bernadya dan Mohammad Yusuf didakwa Pasal 195 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (***)

Baca juga: PMI Sebut Terapi Plasma Konvalesen Baik untuk Pasien Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post