PLN Tidak Terganggu Lonjakan Harga Batu Bara

waktu baca 2 menit
Foto: Lonjakan Harga Batu Bara.

Berita nasional, gemasulawesi– PLN mengklaim tidak terganggu lonjakan harga batu bara disebut dapat menimbulkan kelangkaan dan mengganggu kinerja pembangkit listrik tenaga uap miliknya.

“Saat ini stok batu bara di pembangkit listrik perusahaan pelat merah itu dalam kondisi normal,” ungkap Vice President Public Relations PLN, Arsyadani Ghana Akmalaputri, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, pasokan batu bara sempat di awal tahun ini sempat terkendala karena faktor cuaca.

Namun, kini stok batu bara sudah dalam kondisi normal atau bisa memenuhi kebutuhan hingga lebih dari 15 hari.

Sebelumnya, lonjakan harga itu telah berimbas pada kenaikan harga batu bara acuan (HBA). Sehingga berada di atas HBA kelistrikan umum yang terjadi pada awal tahun ini. Akibatnya, terjadi kekurangan pasokan batu bara di PLTU milik PLN.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan dan Tata Kelola Minerba Irwandy Arif mengatakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menerapkan denda kompensasi bagi perusahaan batu bara tak memenuhi kewajiban untuk memasok kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) pada tahun ini.

“Pemerintah juga sedang meninjau formula perhitungan besaran tarif kompensasi DMO yang akan dikenakan,” tuturnya.

Baca juga: Disdikbud Evalusi Penyaluran Tunjangan Guru di Parigi Moutong

Ia menilai pengenaan kewajiban pembayaran kompensasi DMO ini sangat mendesak.

Menurutnya, kebijakan ini juga untuk memastikan pelaksanaan pemenuhan kewajiban DMO berjalan optimal sehingga kebutuhan batu bara untuk PLTU dapat terpenuhi.

Per bulan Juni 2021, harga acuan telah menembus angka US$ 100,33 per ton.

Sedangkan harga DMO batu bara untuk kelistrikan umum dipatok sebesar US$ 70 per ton.

Harga batu bara global tengah meroket hingga mencapai level tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Kenaikan harga komoditas itu seiring dengan banyaknya katalis positif.

Data Bloomberg menunjukkan, harga batu bara Newcastle kontrak teraktif di bursa ICE pada penutupan perdagangan Kamis pekan lalu, 10 Juni 2021, naik 1,85 persen.

Saat itu harga naik menjadi US$ 126 per ton atau level tertinggi sejak 2011. Adapun sepanjang tahun berjalan 2021, harga batu bara global naik 54,74 persen. (**)

Baca juga: Polisi Ringkus Warga Pengguna Narkoba di Batui Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.