fbpx

PLN Kabupaten Donggala Rugi Miliaran Rupiah Akibat Pembakaran Massa

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Sulawesi Tengah, gemasulawesi – PLN Kabupaten Donggala ditafsirkan rugi miliaran rupiah akibat Aksi demo warga protes pemadaman listrik di Kecamatan Sojol, yang berujung pembakaran kantor dan fasilitas di PLN Sabang, Kecamatan Dampelas dan Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Terkait hal itu pihak Reskrim Polres Donggala akan memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Donggala, AKBP Muhammad Yudie Sulistyo, pada hari Senin 30 Mei 2022.

“Kami telah menyelesaikan proses olah TKP pembakaran kantor dan fasilitas PLN di Kabupaten Donggala, yang dilakukan bersama tim Inafis Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk kepentingan penyidikan,” ucap Kapolres Donggala, AKBP Muhammad Yudie Sulistiyo, pada hari Senin 30 Mei 2022.

Sejauh ini, Bareskrim Donggala juga masih memeriksa saksi-saksi, termasuk pengunjuk rasa dan petugas PLN terkait kasus protes pemadaman listrik yang berujung pembakaran tersebut. Selanjutnya kasus tersebut juga akan dilimpahkan ke proses penyidikan.

Baca: Satu Anggota KKB Tewas Usai Terlibat Baku Tembak di Papua

Sebelumnya, aksi massa warga yang frustrasi dengan maraknya pemadaman listrik di Kec. Sojol melakukan aksi unjuk rasa di PLN Tambu dan Sabang.

Aksi ini mengakibatkan pembakaran di PLN Sabang, serta perusakan dan percobaan pembakaran di PLN Tambu, Kabupaten Donggala pada Jumat, 27 Mei 2022. Kerugian di lokasi perusakan diperkiran sekitar Rp3,4 miliar.

“Kerugian di TKP pertama yakni PLTD Sabang, Kecamatan Dampelas mengalami kerugian sekitar 2,3 miliar, sedangkan di TKP II, PLN Kecamatan Tambu. Balaesang diperkirakan mengalami kerugian sekitar 1,1 miliar”, ucap Kapolres Donggala AKBP Muhammad Yudie Sulistiyo. (*)

Baca: Ini Dia 10 Tempat Wisata Kediri yang Wajib kamu Kunjungi

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.