Banner Disperindag 2021 (1365x260)

PKK Parigi Moutong Ajak Tekan Kasus Remaja Dipaksa Menikah

PKK Parigi Moutong Ajak Tekan Kasus Remaja Dipaksa Menikah
Foto: Illustrasi PKK Parigi Moutong Ajak Tekan Kasus Remaja Dipaksa Menikah

Gemasulawesi– Ketua TP-PKK Parigi Moutong Hj Noor Wachida Prihartini S Tombolotutu ajak semua pihak tekan kasus remaja dipaksa menikah. 

“Pentingnya pola asuh anak, dan remaja. Utamanya anak masih dibawah umur, tidak cepat-cepat untuk dinikahkan,” ungkap Noor Wachida, pada kegiatan dialog yang disiarakan secara langsung RRI Toli Toli dari Bukit Asam Tinombo, belum lama ini.

Menurut dia, kasus remaja dipaksa menikah itu harus diperangi bersama, agar anak diusia itu dipaksa untuk menikah. Dibutuhkan kerjasama para tokoh agama, masyarakat dan pemerintah desa setempat untuk memberikan edukasi kepada orang tua.

Baca juga: Tekan Pernikahan Dini, Parimo Gandeng Kemenag dan Pengadilan Agama

Pihaknya kata dia, pihaknya juga mengapresiasi upaya P2TP2A Parigi Moutong, yang membuat komitmen bersama Kantor Urusan Agama se Kabupaten Parigi Moutong, agar pernikahan di usia remaja itu tidak terjadi.

“Jadi jika ada anak yang mau menikah dibawah 19 tahun, maka harus dihalangi atau tidak dibolehkan menikah, dengan tujuan jangan sampai berisiko pada anak itu,” ungkapnya yang juga selaku ketua P2TP2A Parigi Moutong.

Langkah yang dilakukan itu juga kata dia, membantu pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting.

Sebab, anak di usia remaja masih mengalami proses tumbuh kembang, ketika harus menjalani proses kehamilan dikhawatirkan akan berpengaruh pada calon bayinya.

“Nanti menjadi stunting atau tidak tumbuh secara normal, karena masih berebut antara ibu dan calon bayinya,” ucapnya.

Menurutnya, pada TP-PKK Parigi Moutong sendiri telah terbagi Pokja berdasarkan bidang kerja masing-masing. Untuk penyuluhan, dilaksanakan Pokja I yang berkaitan erat dengan melakukan penyuluhan tentang pola asuh anak dan remaja.

Baca juga: BKKBN Sulteng Harap Layanan KB di Parimo Meningkat

Untuk Pokja II, melakukan penyuluhan Bina Warga Balita (BKB), yang meberikan tuntunan kepada ibu agar bisa menjadi orang tua hebat.

“Untuk penyuluhan pola asuh anak dan remaja, tentunya melibatkan para orang tua. PKK bukan hanya datang penyuluhan akan tetapi semuanya kita siapkan, bahkan kita sudah menjadi panitianya,” pungkasnya.

Baca juga: Mendagri Minta TP-PKK Sulawesi Tengah Bantu Cegah Stunting

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post