Senin, April 12, 2021
BerandaPaluSatu Warga Tanamonindi Meninggal Saat Tunggu Giliran Mencoblos

Satu Warga Tanamonindi Meninggal Saat Tunggu Giliran Mencoblos

- Advertisement -spot_img

Berita kota palu, gemasulawesi– Tunggu giliran mencoblos atau menyalurkan hak suara Pilkada Serentak 2020, satu warga di Tanamonindi Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah meninggal dunia.

“Korban diketahui bernama Musdin Dg Sila (70), warga jalan Merpati lorong satu, Kelurahan Tanamonindi, Kecamatan Mantikolores, Kota Palu,” ungkap Kepala Kepolisian Resor Palu AKBP Riza Faisal, saat turut membantu warga yang diduga meninggal dunia saat menunggu giliran mencoblos Pilkada serentak 2020 di TPS 08 di Jalan Merpati, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu 9 Desember 2020.

Ia menjelaskan, dari keterangan saksi berinisial S (48), sekitar pukul 07.30 WITA di TPS 08 Jalan Merpati Kota Palu, telah datang seseorang (korban) yang akan memberikan suaranya.

Tidak lama berselang, korban kemudian jatuh tertelungkup, pingsan dan dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Kasus Suap Jembatan Palu IV, Kejati Sulteng Periksa 53 Saksi

“Sebelumnya, saksi melihat korban mencuci tangan dan dicek suhu tubuh oleh petugas KPPS, sesuai protokol kesehatan sebelum memasuki area TPS. Kemudian korban duduk di kursi antrean sesuai arahan petugas KPPS,” jelasnya.

Setelah beberapa saat kata dia, korban duduk di kursi antrean. Tiba-tiba korban terjatuh dan pingsan dan langsung menghembuskan nafas terakhir.

Ia melanjutkan, melihat kejadian itu korban diangkat ke dalam rumah salah satu warga sekitar

“Menurut keterangan saksi lainnya, R (31) bertugas sebagai anggota KPPS atau Linmas, korban sekitar 07.30 WITA. Sesaat tiba di TPS 08, saksi mempersilakan korban untuk mencuci tangan. Setelah itu, korban dicek suhu tubuh dan menunjukkan batas normal,” terangnya.

Baca juga: Lagi, Satu Pasien Corona Sulteng Asal Kota Palu Meninggal Dunia

Kemudian, saksi mempersilakan kepada korban untuk masuk di area TPS dan menunggu di kursi antrean. Beberapa saat setelah korban duduk, barulah kemudian terjadi kejadian itu.

Ia mengatakan, saksi Aspia (68) merupakan istri korban menerangkan, korban meninggalkan rumah seorang diri dengan jalan kaki sekitar pukul 07.00 WITA, untuk memberikan suara di TPS 08 Jalan Merpati dalam keadaan sehat.

“Namun, sekitar pukul 08.00 WITA, Aspia diberitahukan menantunya inisial Y, mertuanya terjatuh saat sedang menunggu antrean pencoblosan dan meninggal dunia,” tuturnya.

Ia melanjutkan, tim Satgas Covid 19 Puskesmas Kawatuna juga sudah dihubungi dan tinggal menunggu hasil pemeriksaan.

Baca juga: Corona Sulteng Hari Ini, Satu Kasus Baru dan Tujuh Pasien Sembuh

Berdasarkan hasil koordinasi kami bersama dokter dan Satgas Covid 19, untuk sementara tidak ditemukan gejala virus corona.

“Terhadap diri korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun luka, sehingga pihak keluarga menyimpulkan bahwa korban meninggal bukan karena perbuatan tindak pidana, dan pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap korban dan dibuatkan surat pernyataan penolakan otopsi,” tutupnya.

Baca juga: Corona Sulteng Terkini, Satu Pasien Sembuh Asal Kota Palu

Baca juga: Pasien Sembuh Corona Sulteng Bertambah Lima, Tiga Asal Parimo

Laporan: Rafiq/Antara

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img