Senin, April 12, 2021
BerandaSulawesi TengahKejaksaan Tuntut Pidana Mati Tiga Terdakwa Kasus Narkoba Sulteng

Kejaksaan Tuntut Pidana Mati Tiga Terdakwa Kasus Narkoba Sulteng

- Advertisement -spot_img

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Catatan akhir tindak pidana narkoba Provinsi Sulteng, Kejaksaan berikan tuntutan pidana mati untuk tiga terdakwa.

“Tiga terdakwa narkoba Sulteng itu dari dua berkas perkara, yang diajukan tuntutan pidana mati,”ungkap Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Palu, Awaluddin Muhammad, di Kota Palu, Jumat 8 Januari 2021.

Ia mengatakan, dua perkara ini sedang dalam proses persidangan dengan barang bukti sabu dalam tahap pembelaan.

Sementara barang bukti ribuan ekstasi, dalam tahap replik jaksa penuntut umum.

Baca juga: Usai 21 Kali Beraksi, Pelaku Pencurian di Kota Palu Tertangka

“Dua perkara itu, terdiri dari kasus penyidikan Polda Sulteng dan satu lagi dari penyidikan Polres Palu,” sebutnya.

Dari 203 kasus tindak pidana narkotika kata dia, ada 181 perkara yang sudah putus dan sisanya dalam proses persidangan.

“Berkas narkotika yang banding ada lima, sisa bulan-bulan sebelumnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Kejaksaan Negeri Palu telah melakukan tuntutan terkait pidana umum sebanyak 722 perkara sepanjang 2020.

Baca juga: Hukuman Mati Menanti Pelaku Penganiayaan Berat di Sienjo

Dari ratusan perkara itu, kasus pencurian paling banyak ditangani, disusul tindak pidana narkotika.

“Tuntutan terkait pidana umum 722 perkara baik yang ditangani Polres Palu dan jajarannya maupun dari BNN Sulteng,” jelasnya.

“Sebagai kejaksaan yang berkedudukan di ibukota provinsi kami juga melakukan penuntutan terhadap penelitian berkas perkara yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Sulteng,” tuturnya.

Awaluddin merinci, dari 722 perkara, telah diputus oleh pengadilan sebanyak 646 perkara dan sisanya 86 masih dalam proses sidang.

“Sejak Maret 2020 persidangan dilakukan secara virtual di Pengadilan Negeri Palu. JPU dan hakim panitera bersama di Pengadilan Negeri Palu. Sedangkan terdakwa mengikuti sidang melalui zoom dari Rutan Maesa Palu,” terangnya.

Dari ratusan kasus itu, tercatat 240 perkara paling banyak ditangani adalah tindak pidana terhadap orang dan harta benda, dalam hal ini pencurian. Disusul kasus narkotika dengan jumlah 203 perkara.

“Pencurian biasa, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan seperti begal,” tutupnya.

Baca juga: Kejaksaan Proses 94 Perkara Pelanggaran Pemilu, Empat Dari

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img