Senin, April 12, 2021
BerandaPaluPelaku Pembobol Website Untad Palu Terancam Pidana 12 Tahun Penjara

Pelaku Pembobol Website Untad Palu Terancam Pidana 12 Tahun Penjara

- Advertisement -spot_img

Berita kota palu, gemasulawesi- Polda Sulteng menyebut pelaku pembobol website Universitas Tadulako atau Untad Kota Palu, Sulawesi Tengah, terancam pidana 12 tahun penjara.

“Kedua tersangka MYT dan RA pembobol website Untad Palu, dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ancaman pidana 12 tahun penjara,” ungkap Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto didampingi Dirreskrimsus Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Afrizal, di Kota Palu, Rabu 13 Januari 2021.

Ia mengatakan, kedua tersangka membobol website untuk disalahgunakan demi meraup keuntungan pribadi.

Tersangka MYT (26) ini, berprofesi sebagai service komputer. Ia berlamat di Jalan S Parman Kota Palu.

Baca juga: Modus Kejahatan Admin Untad Palu, Pelaku Raup Untung Miliaran

“Dalam aksinya MYT dibantu RA (24), warga Desa Surumana, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala,” jelasnya.

Berbekal profesi service komputer kata dia, MYT pada tahun 2014 menjebol website milik Untad.

Saat itulah, tersangka menggunakan kesempatan dengan imbalan tertentu, dapat membantu merubah nilai semester per SKS.

“Tidak hanya itu, tersangka juga bisa merubah nilai nominal uang kuliah tunggal (UKT) atau SPP menjadi lebih rendah dari yang sebenarnya,” tuturnya.

MYT kata dia, juga dapat meloloskan calon mahasiswa yang tidak lolos dalam UMPTN dengan bayaran tertentu.

Baca juga: Pelaku Pemalsuan Produk Madu Kota Palu Terancam Pidana Lima Tahun Penjara

Pelaku Pembobol Website Untad Palu Terancam Pidana 12 Tahun Penjara
Foto: Pelaku Pembobolan Web Untad Kota Palu.

Tersangka MYT dan RA menggunakan modus Admin Untad pada grup whatsapp untuk melakukan kejahatan sejak tahun 2014.

Manajemen Untad Palu melaporkan adanya praktek manipulasi data yang dilakukan kedua tersangka. Mereka seolah-olah membuat data itu berasal dari pihak universitas.

“Awalnya, ada laporan orangtua calon mahasiswa untuk klarifikasi ke rektor tentang adanya pesan melalui WhatsApp grup dengan akun Admin Untad. Mereka menawarkan jasa pengurusan masuk Prodi Kedokteran tahun 2020 dengan meminta imbalan pengurusan,” tuturnya.

Ia mengatakan, manajemen Untad melapor ke Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Dalam laporan juga disampaikan, tersangka MYT sebagai Admin Untad juga membagikan surat edaran palsu dari Untad.

Surat itu tentang kebijakan Untad, terkait penambahan kuota Fakultas Kedokteran dan Ilmu Pendidikan Program Studi Kedokteran yang terdaftar dalam semester berikut, tahun akademik 2020/2021.

“Saat ini, kedua tersangka modus Admin Untad Kota Palu ini telah ditahan di Rutan Polda Sulteng,” tutupnya.

Baca juga: 31 Siswa KAT Parimo Lolos Masuk Untad Palu

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img