PHBS Bisa Cegah Stunting di Parigi Moutong, Ini Indikatornya

208
PHBS Bisa Cegah Stunting di Parigi Moutong, Ini Indikatornya
Illustrasi PHBS

Parigi moutong, gemasulawesi.comTernyata, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS bisa mencegah stunting di Parigi Moutong. Berikut sepuluh indikator penerapan di kehidupan sehari-hari.

“PHBS harus diterapkan di tengah warga untuk mencegah terjadinya stunting di Parigi Moutong,” ungkap Kepala seksi promosi dan pemberdayaan masyarakat Dinas Kesehatan Parigi Moutong (Parimo), Gede Budiaso, di ruang kerjanya, Rabu 18 Maret 2020.

Kesepuluh indikator PHBS itu antara lain, bersalin didampingi tenaga kesehatan (Bidan) maupun dokter. Karena, secara otomatis bisa mengetahui kondisi bayi stunting atau tidak. Sehingga, bisa ada upaya pencegahan pada 1000 hari pertama kehidupan.

Kemudian, indikator berikutnya adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekslusif, menimbang bayi atau balita secara teratur, menggunakan jamban yang sehat, dan menggunakan air bersih yang sehat.

Selanjutnya, perilaku hidup sehat itu juga melakukan aktivitas secara rutin, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, memberantas sarang nyamuk, melakukan olahraga olahraga ringan dan tidak merokok di dalam rumah.

Khusus untuk indikator bersalin yang didampingi bidan, pihaknya menyarankan ibu hamil tentang resiko melahirkan ke dukun yang memiliki banyak implikasi.

“Kalau dukun, tidak bisa melakukan analisa apakah ibu beresiko melahirkan atau tidak. Karena ibu hamil itu tidak rutin melakukan pemeriksaan ke dukun,” jelasnya.

Menurutnya, kalau selama masa kehamilan ibu sudah melakukan konsultasi ke bidan minimal empat kali. Tujuannya, agar bidan bisa mengantisipasi resiko yang dialami ibu hamil.

Sehingga, pihaknya menyarankan agar berkonsultasi ke tenaga kesehatan. Supaya bisa mendeteksi berbagai masalah misalnya pendarahan, atau bayi yang berat badannya kurang. Ataupun pendeteksian sedini mungkin kepada anak yang lahir dengan ukuran tubuh yang pendek.

“Resiko stunting bisa diperbaiki sebelum usia bayi berumur dua tahun. Caranya, dengan pemberian asupan gizi sesuai umur bayi. Misalnya, pemberian ASI eksklusif. Asupan eksklusif melebihi kandungan gizi pada produki susu buatan,” tutupnya.

Baca juga: Intervensi Stunting, Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong Kaji Akses Pangan

Baca juga: Traveling, Wajib Kunjungi Wisata Pantai Karosondaya di Parigi Moutong

Laporan: Ince Hidayattullah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.