PGN Optimalkan Gas Bumi Dorong Kawasan Ekonomi Baru

PGN Optimalkan Gas Bumi Dorong Kawasan Ekonomi Baru
Foto: Illustrasi Perusahaan Gas Negara.
Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi– PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN optimalkan gas bumi, sebagai energi perantara menuju transisi energi, guna mendukung akselerasi investasi di kawasan ekonomi baru.

“Kami terus mengoptimalkan peran gas bumi, untuk mendukung kawasan ekonomi baru,” Heru Setiawan, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, dalam keterangan resminya, Selasa 13 Juli 2021.

Potensi Kebutuhan Kawasan Industri dengan menggunakan pendekatan luasan lahan KI adalah sebesar 390 BBTUD.

Baca juga: Ekonom: Potensi Warisan Utang 10 Ribu Triliun Rupiah

Selain itu, terdapat rencana peningkatan overall steel capacity nasional, smelter dan gasifikasi pembangkit PLN yang tersebar di beberapa lokasi di Indonesia.

“Di Jawa Tengah Bagian Selatan, terdapat rencana suplai gas untuk Kilang Cilacap yang nanti sebagai anchor buyer,” ungkapnya.

Di kawasan Timur Indonesia, program PGN optimalkan gas bumi untuk Listrik Nasional yaitu rencana gasifikasi pembangkit PLN dari diesel ke gas. Dari sisi value chain-nya, penggunaan gas akan jauh lebih murah daripada diesel.

“Nanti diharapkan akan menyentuh kawasan seperti Papua, Ambon, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan lain-lain,” ujarnya.

Baca juga: Parigi Moutong Verifikasi 29 Usulan Wilayah Pertambangan Rakyat

Proyek smelter miliki potensi 80 BBTUD

Proyek Smelter memiliki potensi sampai dengan 80 BBTUD. Sedangkan pada proyek gasifikasi PLN, berdasarkan Kepmen ESDM No 13 untuk pembangkit Tahap 1 memiliki potensi sampai dengan 76 BBTUD. Kedua proyek akan menjadi anchor demand bagi kawasan industri sekitarnya.

Bahkan, PGN telah melakukan penandatanganan pokok-pokok perjanjian dengan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Kendal, pada tanggal 21 Mei 2021. Pada kerjasama ini, PGN akan menyediakan pasokan gas dan infrastruktur pendukungnya di KI Kendal dengan kebutuhan gas sekitar 37 BBTUD dan KIT Batang sekitar 10 BBTUD.

Baca juga: 346 Desa di Indonesia Belum Teraliri Listrik

“Nanti akan ada kawasan industri di Cilacap. Kita ingin adanya sinergi utilisasi infrastruktur, selain untuk ke Kilang. Namun akan kita gunakan untuk kawasan industri maupun masyarakat khususnya di Jawa Bagian Selatan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian terus memacu daya saing Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah, agar lebih terintegrasi sehingga dapat menjadi daya tarik bagi investor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, langkah ini perlu dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait, seperti lintas kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah.(***)

Baca juga: Operasi Pasar Murah Parimo, Jual Gas 3 Kg Dibawah HET

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post