fbpx

Petani Danau Poso Gelar Aksi Cor Kaki Protes Tuntut PLTA Poso Energy

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Petani Danau Poso bersama mahasiswa melakukan aksi protes cor kaki tuntut ganti rugi lahan sawah dan kebun yang terendam air akibat pembangunan PLTA oleh perusahaan itu. Terkait hal itu Pemerintah Sulawesi Tengah mengaku sudah melakukan mediasi petani Danau Poso dengan perwakilan Poso Energy.

Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan Antar Lembaga dan Hak Asasi Manusia (HAM), Ridha Saleh, Selasa 24 Mei 2022 bertemu dengan beberapa perwakilan petani Danau Poso yang melakukan protes mogok makan, mengangkat kaki dan membasahi kaki di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Kota Palu.

“Pada proses mediasi pertama, sudah ada kepastian dari pihak PT Poso Energy untuk memberikan ganti rugi,” ucap Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan Antar lembaga dan Hak Asasi Manusia (HAM) Ridha Saleh, Palu, Selasa 24 Mei 2022.

Ia juga menambahkan, keinginan massa untuk bertemu dengan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura belum bisa dipenuhi karena Rusdi masih hadir dalam rapat di Jakarta.

Baca: Disdikbud Sulawesi Tengah: Pentingnya Melestarikan Kearifan Lokal

Permintaan tuntutan dari perwakilan petani di sekitar Danau Poso tersebut akan dilaporkan kembali ke Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy mastura.

“Kami juga heran kenapa tidak sesuai dengan yang ada di lapangan. Jadi nanti kami coba koordinasikan lagi,” ucapnya.

Sedangkan aksi mogok makan, cor kaki dan merendam kaki dilakukan oleh kelompok Palu menjaga Danau Poso yang merupakan komunitas solidaritas Danau Poso.

Aksi yang dilakukan bersama mahasiswa di Palu itu, mendesak Rusdy Mastura untuk memenuhi janjinya bertemu dengan pimpinan PT Poso Energy, terkait ganti rugi atas sawah dan kebun yang terendam air akibat pembangunan PLTA perusahaan tersebut.

Seorang petani yang mewakili Aliansi Masyarakat Adat Danau Poso, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan aksi mogok makan tersebut merupakan simbol dari tidak tersedianya beras bagi petani.  Diakuinya aksi mogok makan merupakan simbol dari kelaparan yang ditimbulkan oleh PT Poso Energy.

Sedangkan kaki yang di cor menjadi simbol aktivitas petani yang dibatasi atau tidak mampu lagi melakukan aktivitas di ladang atau kebun dan dengan merendam kaki adalah lambang persawahan dan kebun yang sudah tidak bisa lagi digarap karena tergenang air bendungan PLTA Poso. (*)

Baca: Cicalengka Dreamland : Wahana, Fasilitas, dan Harga Tiket Masuk

Kunjungi Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.