Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal Ketiga Akan Alami Kontraksi

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal Ketiga Akan Alami Kontraksi
Foto: Illustrasi pertumbuhan ekonomi.

Gemasulawesi- Menkeu Sri Mulyani menyebut pertumbuhan ekonomi nasional kuartal ketiga ini akan mengalami kontraksi. Dan mempengaruhi capaian pada akhir tahun.

Hal itu disebabkan memasuki semester kedua 2021 pemerintah kembali menerapkan PPKM level 4 di sejumlah wilayah penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB).

“Namun dilihat kuartal tiga ini nanti ada PPKM, ini pasti akan ada koreksi dan ini lah yang kita hadapi untuk perekonomian nasional. Makanya harus kita jaga juga penyebaran Covid19,” kata Sri Mulyani, Raker bersama Komisi XI DPR secara virtual seperti dikutip Selasa 24 Agustus 2021.

Baca juga: Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Turun Saat PPKM

Dari sisi inflasi, pertumbuhan ekonomi nasional pada semester pertama 2021 masih terjaga rendah kisaran 1,33 persen. Di beberapa negara seperti Amerika Serikat tingkat inflasi sudah kembali pada angka lima persen.

Dia memperkirakan outlook inflasi pada akhir tahun masih tetap terjadi kisaran 1,8 persen sampai 2,5 persen.

“Inflasi diproyeksikan meningkat terbatas pada semester kedua 2021 seiring dengan kebijakan pembatasan,” sebutnya.

Sementara, pertumbuhan ekonomi nasional dari sisi nilai tukar rupiah dinilai masih relatif stabil dengan rata-rata realisasi pada semester pertama 2021 sebesar Rp 14.299. Diperkirakan pada akhir tahun masih kisaran Rp 14.200 sampai Rp 14.600 per dolar AS.

Baca juga: Terealisasi 52 Persen, Satgas Maksimalkan Penyaluran Program PEN Kuartal IV

Selain itu, harga minyak hingga akhir tahun diperkirakan stabil pada harga 55 dolar AS sampai 65 dolar AS per barel. Meskipun harga minyak pada realisasi semester pertama 2021 sebesar 62,5 dolar AS per barel.

“Harga minyak ini diperkirakan 55 dolar AS sampai 65 dolar AS per barel, lebih rendah dari capaian pada semester pertama 2021 karena adanya varian delta yang memungkinkan menghambat pemulihan,” kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional berada kisaran 3,7 persen sampai 4,5 persen pada akhir 2021.

Baca juga: Penerimaan Pajak Semester I 2021 Naik 4,9 Persen

Capaian pertumbuhan ekonomi tetap memperhatikan dinamika lonjakan kasus Covid19

Menurut dia, capaian itu tetap memperhatikan dinamika lonjakan kasus Covid19 yang terjadi pada awal semester kedua 2021. Sebab proses pemulihan ekonomi sebenarnya terjadi baru pada kuartal kedua 2021.

“Pertumbuhan ekonomi semester pertama 2021 mencapai 3,1 persen dan keseluruhan tahun diproyeksikan 3,7 persen sampai 4,5 persen. Kuartal kedua 2021 kita lihat kondisi negara ini benar-benar bisa pulih hingga tumbuh 7,07 persen,” saat

Baca juga: Menkeu Sri Mulyani Enggan Jelaskan Perkara PPN Sembako

Menurutnya, pada kuartal pertama 2021, pemerintah masih menerapkan pembatasan sosial demi menekan angka penyebaran virus selama musim libur natal dan tahun baru 2020.

Adapun kebijakan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal pertama 2021 itu pun terus berlanjut sampai Maret 2021.

“Kuartal I recovery kita belum kuat, karena pada akhir tahun dalam rangka libur musim natal dan tahun baru kita masih ada PPKM yang berlanjut pada Februari-Maret,” tutupnya. (***)

Baca juga: Indonesia Dorong Transformasi Ekonomi Menuju Sektor Produksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post