Persentase Stunting Ditarget Turun, Bappelitbangda Parimo Bentuk Tim

1
277
Persentase Stunting Ditarget Turun, Bappelitbangda Parimo Bentuk Tim
Rakor Bappelitbangda Parimo target penurunan stunting (Foto: Aqil)

Parimo, gemasulawesi.com Persentase stunting ditargetkan turun, Bappelitbangda Kabupaten Parimo, Provinsi Sulteng, bentuk tim penanganan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parimo, Zulfinasran dalam rapat koordinasi pencegahan stunting, di kantor Bappelitbangda, Rabu, 26 Juni 2019.

“Kami akan mencoba untuk mengintegrasikan antar program kegiatan dari beberapa sektor untuk mencapai penurunan persentase stunting,” ungkapnya.

Sehingga, akan dimulai pembentukan tim penanganan stunting dan mencoba menyusunnya ke dalam RPJMD untuk lima tahun yang akan datang.

Caranya, dengan mencoba mensinkronkan program nasional dan program Pemda Parimo yaitu Parimo Sehat.

Kemudian, hasil sinkronisasi dimasukkan ke program Parimo Sehat Tahun 2020 Dinas Kesehatan Parimo, dan terus digulirkan selama lima tahun yang akan datang.

“Target program Parimo Sehat, berupaya menurunkan stunting di Parimo hingga 20 sampai 24 persen,” terangnya.

Ia melanjutkan, penanganan stunting sudah direncanakan beberapa tahun terakhir, namun data program kegiatan untuk penanganan stunting tetapi belum terpadu.

Alasannya, OPD terkait masih melaksanakan program penanganan stunting berdasarkan jadwal masing-masing.

Rakor pencegahan stunting antara Bidang Sosial Budaya Bappelitbangda Parimo dikhususkan mengenai intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif.

“Salah satu sanksi yang diberikan terhadap OPD terkait apabila memenuhi target maka akan ada upaya untuk pengurangan DAK,” tegasnya.

Ratusan desa di Parimo jadi target penurunan stunting

Zulfinasran mengungkapkan, berdasarkan data hasil survey dari Bappenas, terdapat sepuluh daerah wilayah stunting yang ada di Parimo.

Sehingga, pada Tahun 2018, Parimo mendapat kucuran bantuan anggaran dari APBN untuk sepuluh wilayah stunting dan pelaksanaan kegiatannya berbentuk swakelola.

Namun, dari hasil komunikasi dengan kementerian pusat beberapa waktu lalu, diharapkan daerah juga bisa melakukan pengkajian dan penelitian.

Penelitian daerah mana saja yang dijadikan target desa stunting, dan sampai saat ini sudah ada 128 desa di Parimo target penurunan stunting.

“Dengan target persentase stunting turun, tercapai generasi kedepan yang lebih baik, baik dari segi kemampuan otak maupun keunggulan bentuk fisik,” tutupnya.

Baca juga: Korban Pembunuhan Sadis, Dua Warga Desa Tanahlanto Parimo

Laporan: Aqil Azizi

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan