Perpustakaan Digital Pertama di Sigi Kembangkan Literasi Siswa

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gambar

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Perpustakaan digital pertama di luncurkan di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah bantu kembangkan literasi siswa di sekolah dasar negeri daerah (SDN) itu.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sigi, Anwar usai peresmian perpustakaan digital di SDN 1 Kalukubula di Sigi, Rabu 20 Juli 2022.

“Perpustakaan digital pertama kami luncurkan di SDN 1 Kalukubula dan tentunya sebagai salah satu visi tujuan di Sigi untuk meningkatkan SDM yang berdaya saing,” ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sigi Anwar Kalukubula usai peresmian perpustakaan digital di SDN 1, di Sigi, pada hari Rabu 20 Juli 2022.

Ia menjelaskan, keberadaan perpustakaan digital berbeda dengan perpustakaan umum, karena bukan lagi soal penyajian jenis aplikasi yang berbeda, tetapi penyediaan fasilitas yang memadai bagi siswa.

Baca: Rekonstruksi Jembatan Palu IV Ditargetkan Rampung 2024

Hal ini didorong oleh berbagai pertimbangan, salah satunya sebagian besar siswa dan siswi yang ada di sekolah dasar Sigi belum memiliki gadget karena berbagai faktor.

Oleh karena itu, pihaknya bersama SDN 1 Kalukubula menghadirkan perpustakaan digital yang menawarkan fasilitas berupa 30 unit laptop, dengan segala jaminan ketersediaan akses jaringan internet yang dapat mendukung proses belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

“Dengan adanya perpustakaan ini, kita bisa mencapai dua poin sekaligus, yakni terciptanya sumber daya manusia yang berdaya saing dan pembiasaan siswa dan siswi dengan kompetensi teknologi di era digitalisasi yang sudah memasuki masa 5.0,” ujar Anwar.

Kepala Sekolah SDN 1 Kalukubula Putria mengatakan, siswa dapat menggunakan perpustakaan digital tidak hanya saat berlangsung pelajaran sekolah.

Putria menjelaskan, misalnya ketika wali kelas menambah jam pelajaran, seperti contoh di kelas 6, biasanya mereka membutuhkan tambahan jam belajar atau les agar perpustakaan dapat digunakan karena mereka membaca buku tidak hanya secara fisik tetapi juga secara online.

Menurutnya, peluncuran perpustakaan digital merupakan salah satu tugas penting yang harus dilaksanakan secara masif guna menciptakan generasi emas yang berkualitas dengan bantu kembangkan literasi siswa.

Namun, peningkatan budaya literasi di kalangan anak-anak tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan dan sekolah, tetapi juga tanggung jawab keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Perpustakaan dalam model digital harus mendukung kegiatan pendidikan dan harus diperluas agar anak-anak lebih siap menghadapi arus informasi,” pungkas Putria. (*/Ikh)

Baca: Satresnarkoba Palu Bekuk Pria di Birobuli Miliki 6 Paket Sabu

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.