Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Permudah Pendataan, Polisi Tempel Stiker Rumah Belum Vaksin

Permudah Pendataan, Polisi Tempel Stiker Rumah Warga Belum Divaksin
Foto: Illustrasi vaksinasi covid19.

Gemasulawesi– Polda Metro Jaya akan tempel stiker rumah belum vaksin covid19. Itu diklaim mempermudah pendataan terhadap warga di Jakarta.

“Harapan kita 17 Agustus nanti sudah mendekati 100 persen. Bahkan kalau boleh 100 persen warga Jakarta,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, Rabu 11 Agustus 2021.

Kepolisian mencatat seluruh warga DKI Jakarta bisa menerima vaksin Covid19 paling lambat 17 Agustus agar menjadi kado kemerdekaan RI.

Baca juga: Ribuan Anak di Jakarta Terpapar Covid 19

Melalui program vaksin merdeka, Yusri menyebut jajaran kepolisian akan menjadi komando untuk memfasilitasi, baik warga DKI maupun daerah penyangga belum divaksin.

“Vaksin merdeka akan menggandeng relawan mulai dari RT RW, mahasiswa kesehatan, hingga ibu-ibu guna memenuhi target 8,9 juta sasarana vaksinasi bagi warga Ibu Kota,” sebutnya.

Ia mengatakan, dimulai dengan pendataan melalui penempelan stiker rumah belum vaksin.

Di Jakarta, sejak dibuka awal Agustus lalu, Polda Metro telah mendirikan gerai-gerai vaksin di total 900 RW dengan tingkat vaksinasi terendah.

“Dalam rentan waktu itu, baik di Jakarta dan daerah penyangga, vaksin merdeka telah menyuntikkan total 1,2 juta dosis vaksin,” katanya.

Polda Metro Jaya akan melakukan strategi jemput bola untuk mengejar 100 persen target vaksinasi warga DKI Jakarta pada 17 Agustus mendatang. Dengan penempelan stiker rumah belum vaksin, untuk permudah pendataan.

Ia mengatakan stiker itu untuk mempermudah pendataan ada warga yang belum divaksin.

Vaksinasi di Jakarta sentuh angka 96 persen

Yusri mengatakan saat ini vaksinasi di Jakarta sudah menyentuh angka 96 persen. Masih ada sekitar 3 persen yang sama sekali belum divaksin.

Karena itu Polisi menurutnya perlu melakukan inovasi dalam vaksinasi yakni jemput bola dalam bentuk door to door. Caranya dimuali dari penempelan stiker rumah belum vaksin covid19.

“Door to door ini dasarnya dari pendataan setiap RT karena relawan kita salah satunya RT/RW,” kata Yusri dalam diskusi daring, Rabu 10 Agustus 2021.

Ia mencontohkan dalam satu rumah ada lima orang, RT tersebut tahu siapa saja di rumah tersebut yang sudah maupun yang belum divaksin.

“Ditempel stiker nanti di depannya, misalnya tiga sudah divaksin, yang belum dua namanya A dan B. Kemudian itu yang ditempel,” sebutnya.

RT kemudian melaporkan agar warga yang belum divaksin itu segera mendapatkan suntikan. (**)

Baca juga: Polda Metro Bagi Sembako Saat PPKM di Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post