Peringatan Dini Tsunami Sulut dan Malut, Dicabut BMKG

0
261
Peringatan Dini Tsunami Sulut dan Malut, Dicabut BMKG
Peringatan dini tsunami BMKG berakhir

Parimo, gemasulawesi.comPeringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) dicabut BMKG, Senin, 8 Juli 2019.

BMKG mencabut status peringatan tsunami pukul sekitar pukul 00.25 WIB. Beberapa jam setelah pengumuman awal potensi tsunami dan gempa 7,1 SR, Minggu, 7 Juli 2019.

Rilis resmi BMKG langsung disampaikan kepada masyarakat oleh BPBD di lokasi terdampak gempa dan tsunami.

Masyarakat tetap diminta tenang dan waspada terhadap gempa susulan yang masih mungkin terjadi. Tercatat rilis BMKG, sebanyak 19 kali gempa dengan magnitude 5,0 terjadi pasca gempa 7,1 SR.

BPBD wilayah Sulut dan Malut sudah nampak mempersilahkan warga untuk kembali kerumah masing-masing atau tetap bertahan di zona aman tsunami dan gempa yang telah ditetapkan BPBD setempat.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan yang diakibatkan gempa magnitude 7,1.

Sebelum peringatan dini dicabut, BMKG catat tiga kali gempa 7,1 SR secara beruntun

Untuk wilayah Maluku Utara gempa tiga kali tercatat BMKG dengan magnitude berbeda. Rinciannya, episenter pada 0,5 LU dan 126,17 BT, tepatnya di laut pada jarak 136 Km arah Barat Daya Ternate, Malut pada kedalaman 10 Km.

Berikutnya, episenter terletak pada 0,51 LU dan 126,18 BT, tepatnya di laut pada jarak 135 Km arah Barat Daya Ternate, Malut pada kedalaman 10 Km.

Terakhir, menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pukul 22.08.42 WIB dengan kekuatan M=7,0. Episenter terletak pada 0,54 LU dan 126,19 BT, tepatnya di laut pada jarak 133 Km arah Barat Daya Ternate, Malut pada kedalaman 36 Km.

Rilis resmi BMKG nomor UM.505/20/KPG/VII/2019, mengeluarkan peringatan dini tsunami berdasarkan permodelan matematis. Dengan status ancaman waspada untuk daerah Minahasa bagian selatan dan Minahasa Utara bagian selatan.

Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam, telah terjadi gempa susulan dengan magnitude 3,5 sampai dengan 4,9.

Tetap waspada bagi masyarakat yang berada di pantai timur dan pantai tenggara Sulawesi Utara (meliputi Bitung, Minahasa Utara bagian timur, dan Minahasa bagian timur).

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan